Market Hari Ini 19 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Ambisi PTPP Capai Kontrak Baru Senilai Rp32 Triliun di 2024

Ambisi PTPP Capai Kontrak Baru Senilai Rp32 Triliun di 2024
Ambisi PTPP Capai Kontrak Baru Senilai Rp32 Triliun di 2024

KABARBURSA.COM - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan milik negara di bidang konstruksi, menargetkan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp 32 triliun pada tahun 2024. Target ambisius ini didorong oleh proyek-proyek BUMN yang menjadi fokus utama perusahaan.

Bakhtiyar Efendi, Sekretaris Perusahaan PTPP, menjelaskan bahwa sekitar 40persen dari target nilai kontrak baru tersebut akan disokong oleh proyek-proyek BUMN. Sementara itu, sekitar 38persen berasal dari proyek pemerintah, dan 22persen sisanya dari proyek swasta.

"Pembagian lini proyeknya mencakup 53persen untuk proyek Infrastruktur, 34persen untuk proyek Gedung, dan 13persen untuk proyek EPC," ujar Bakhtiyar kepada Kontan.co.id pada Jumat (15/3) lalu.

Hingga saat ini, PTPP telah berhasil mengamankan kontrak baru senilai Rp 4,2 triliun. Mayoritas kontrak tersebut berasal dari proyek infrastruktur (62persen), diikuti oleh proyek gedung (29persen), proyek EPC (4persen), dan sisanya (5persen) dari anak usaha perusahaan.

Pada tahun 2023, PTPP berhasil membukukan perolehan kontrak baru sebesar Rp 31,67 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 1,54persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kontrak baru tersebut didominasi oleh proyek dengan pendanaan dari pemerintah (42,79persen), swasta (37,20persen), dan BUMN (20,01persen).

Sebagai strategi pertumbuhan di tahun mendatang, PTPP akan lebih memfokuskan diri pada bisnis inti perusahaan di sektor konstruksi, terutama infrastruktur dan gedung. Perusahaan juga akan lebih berhati-hati dalam mengelola investasi serta mengoptimalkan aliran kas dengan inovasi, pengelolaan risiko yang kuat, dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Dengan target perolehan kontrak baru yang ditetapkan, PTPP berharap pendapatan mereka pada tahun 2024 bisa tumbuh sekitar 10persen-15persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Proyek-proyek BUMN dan pemerintah di Indonesia diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan perusahaan ini, terutama di sektor transportasi, energi, dan utilitas.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait