Market Hari Ini 23 Feb 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

AMRT Bergerak Konsolidatif Sepanjang Ramadan, Supply Masih Mendominasi

Harga AMRT ditutup di 1.805 dengan offer dua kali lipat bid. Tekanan jual menebal di 1.815–1.850 saat saham ritel bergerak dalam fase konsolidasi.

AMRT turun ke 1.805 saat Ramadan. Offer 209 ribu lot lebih tebal dari bid, area 1.850–1.900 jadi uji berikutnya.

AMRT bergerak terbatas di momen Ramadan tahun ini. (Foto: Dok Sumber Alfaria Trijaya)
AMRT bergerak terbatas di momen Ramadan tahun ini. (Foto: Dok Sumber Alfaria Trijaya)

Daftar Isi

  1. 01 Teknikal AMRT

KABARBURSA.COM – Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) bergerak terbatas pada perdagangan Senin, 23 Februari 2026, dengan tekanan tipis di tengah periode Ramadan. Harga hari ini tercatat di level 1.805 atau turun 0,55 persen dari penutupan sebelumnya 1.815, setelah sempat menyentuh level tertinggi 1.855 dan terendah 1.800 pada sesi berjalan.

Pergerakan intraday ini menunjukkan pola pelemahan bertahap dari area pembukaan 1.815 menuju 1.800, sebelum stabil di kisaran 1.805–1.810. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp62,2 miliar dengan volume 340,23 ribu lot dan frekuensi 1.394 kali. 

Rata-rata harga berada di 1.828, lebih tinggi dari harga terakhir. Data ini mencerminkan distribusi terjadi di bawah rata-rata transaksi harian.

Jika dilihat dari struktur orderbooknya, terlihat adanya ketidakseimbangan antara antrean beli dan jual. Total offer tercatat 209.579 lot, lebih dari dua kali lipat total bid 93.498 lot. 

Tekanan jual menebal pada rentang 1.815 hingga 1.850, sementara dukungan beli terlihat relatif tipis dan bertingkat di bawah 1.800. Kondisi ini menunjukkan bahwa sisi supply masih lebih dominan dibanding permintaan pada level harga berjalan.

Dari sisi broker, aktivitas pada 20 Februari mencerminkan dinamika distribusi yang terukur. Maybank Sekuritas (ZP) mencatat pembelian bersih Rp31,3 miliar dengan rata-rata harga 1.879. Sementara Sinarmas Sekuritas (DH) membukukan penjualan Rp14,1 miliar pada rata-rata 1.857. 

Mirae Asset (YP) dan Phillip Sekuritas (KK) juga terlihat di sisi beli, sedangkan Verdhana Sekuritas (BB) dan Indo Premier (PD) berada di sisi jual. Pergerakan ini menggambarkan adanya rotasi kepemilikan pada area harga yang lebih tinggi dibandingkan posisi intraday saat ini.

Teknikal AMRT

Secara teknikal harian, grafik memperlihatkan bahwa AMRT masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah penurunan tajam pada awal Februari yang sempat membawa harga turun ke bawah 1.700. Pemulihan yang terjadi kemudian membawa harga kembali ke kisaran 1.800–1.900, namun belum mampu menembus area 1.950–2.000 yang sebelumnya menjadi zona distribusi.

Momentum Ramadan secara historis sering dikaitkan dengan peningkatan aktivitas konsumsi ritel, termasuk jaringan minimarket. Namun pada pergerakan harga tahun ini, pola yang terbentuk menunjukkan konsolidasi dengan kecenderungan supply masih mengemuka di atas 1.800. 

Harga bergerak dalam rentang sempit sepanjang hari dan belum menunjukkan akselerasi signifikan, meski volume relatif stabil.

Dengan posisi saat ini, AMRT berada pada fase penyesuaian setelah volatilitas awal bulan, di tengah struktur orderbook yang masih berat di sisi penawaran. 

Pergerakan harga sepanjang hari menunjukkan tekanan jual yang terukur dan penahanan di atas 1.800, sementara rentang 1.850–1.900 menjadi area yang kembali diuji apabila terjadi peningkatan permintaan pada sesi berikutnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait