Market Hari Ini 08 Sep 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Anak Usaha MDKA Gelar IPO, Bidik Rp4,89 Triliun

Merdeka Gold Resources tawarkan hingga 1,62 miliar saham, target dana maksimal Rp4,89 triliun.

Merdeka Gold Resources buka IPO. Dana untuk Proyek Emas Pani dan pelunasan utang. Jadwal e-IPO 8–23 September 2025.

Satu nama dari sektor tambang emas bersiap masuk ke bursa, yaitu PT Merdeka Gold Resources, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). (Foto: Dok. MDKA)
Satu nama dari sektor tambang emas bersiap masuk ke bursa, yaitu PT Merdeka Gold Resources, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). (Foto: Dok. MDKA)

Daftar Isi

  1. 01 Ke Mana Dana Mengalir?
  2. 02 Apa Risiko dan Peluang IPO Anak Usaha MDKA?

KABARBURSA.COM – Satu nama dari sektor tambang emas bersiap masuk ke bursa, yaitu PT Merdeka Gold Resources, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). 

Perusahaan telah menyiapkan proses e-IPO dengan target menghimpun dana hingga Rp4,89 triliun.

Merdeka Gold Resources menawarkan sebanyak-banyaknya 1.618.023.300 saham baru atau setara 10 persen dari modal setelah IPO, dengan nilai nominal Rp150 per saham. 

Kisaran harga penawaran ditetapkan Rp1.800 sampai Rp3.020 per saham. Bila terserap penuh di batas atas, nilai emisi mencapai sekitar Rp4,886 triliun. 

Jadwal sementara: penawaran awal 8–10 September 2025, efektif OJK 15 September, masa penawaran 17–19 September, penjatahan 19 September, distribusi 22 September, dan pencatatan di BEI pada 23 September 2025.

BEI telah memberi persetujuan prinsip pencatatan. Tiga penjamin pelaksana emisi, yakni Indo Premier Sekuritas, Trimegah Sekuritas, dan Sinarmas Sekuritas, menjamin emisi dengan kesanggupan penuh.

Ke Mana Dana Mengalir?

Merujuk prospektus perseroan, seluruh hasil bersih IPO akan dialokasikan untuk tiga pos utama. 

Pertama, sekitar USD20 juta (sekitar Rp328,4 miliar, asumsi kurs BI Rp16.418 per USD) akan disetor bertahap sebagai uang muka peningkatan modal ke PT Pani Bersama Tambang (PBT) untuk modal kerja operasional. 

Kedua, sekitar USD20 juta akan dipinjamkan kepada PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) untuk kebutuhan modal kerja. 

Ketiga, sisa dana digunakan untuk pembayaran lebih awal kewajiban pokok kepada PT Merdeka Copper Gold Tbk (MCG) berdasarkan perjanjian utang dengan saldo pokok USD260 juta per 3 September 2025.

Lebih jauh, aset andalan perseroan adalah Proyek Emas Pani di Gorontalo dan wilayah sekitarnya. 

Berdasarkan estimasi per 31 Desember 2024, Pani memiliki sumberdaya 292,4 juta ton bijih dengan kandungan 7,0 juta ounce emas (kadar 0,75 g/ton) serta cadangan 77,5 juta ton dengan kandungan 1,9 juta ounce (kadar 0,78 g/ton). Umur tambang diproyeksikan sampai 2041.

Strategi pengembangan dibagi dua tahap proses pengolahan. Fasilitas heap leach berkapasitas 7 juta ton per tahun ditargetkan mulai commissioning pada Desember 2025 dengan kapasitas produksi maksimal sekitar 145 ribu ounce per tahun. 

Fase berikutnya adalah sirkuit Carbon-in-Leach (CIL) kapasitas awal 7,5 juta ton per tahun yang akan dinaikkan menjadi 12 juta ton per tahun. 

Pada puncaknya tahun 2033, total produksi emas Pani diproyeksikan mencapai sekitar 500 ribu ounce per tahun, menempatkannya di jajaran tambang emas terbesar di Indonesia dan Asia Pasifik. 

Per Juni 2025, pembangunan infrastruktur tambang dan fasilitas heap leach masing-masing telah mencapai sekitar 50 persen dan 67 persen.

Apa Risiko dan Peluang IPO Anak Usaha MDKA?

Prospektus menegaskan beberapa risiko material. Paling utama, Merdeka Gold Resources adalah perusahaan holding yang mengandalkan pembayaran dividen dari entitas anak. 

Penurunan atau penundaan arus dividen dapat memengaruhi kemampuan perseroan membayar dividen ke pemegang saham dan memenuhi kewajiban utang. 

Risiko lain yang disorot meliputi ketergantungan pada harga emas, perizinan, potensi gangguan operasional, serta isu teknis seperti fasilitas penampungan tailing (TSF) untuk lini CIL.

Di sisi peluang, prospektus mengutip pandangan lembaga riset industri bahwa permintaan investasi emas dan pembelian bank sentral berpotensi menahan harga emas di level tinggi dalam jangka menengah, meski produksi tambang global diproyeksi mendatar lalu menurun secara bertahap setelah 2026. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait