Market Hari Ini 08 Jul 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Analis Kompak Rekomendasikan Beli TAPG: Adakah Ruang Kenaikan?

TAPG jadi sorotan setelah dua sekuritas keluarkan rekomendasi beli. Dengan potensi upside hampir 25 persen dan performa harga setahun nyaris 80 persen, TAPG kian menarik bagi investor.

TAPG naik daun usai dapat rekomendasi beli dari dua sekuritas. Performa harga cemerlang dan prospek agribisnis dorong minat investor.

Pabrik milik PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG). (Foto: Dok Perusahaan)
Pabrik milik PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG). (Foto: Dok Perusahaan)

Daftar Isi

  1. 01 Apakah Ada Ruang Kenaikan?

KABARBURSA.COM - Saham PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) kembali menjadi sorotan setelah dua sekuritas ternama, PT Verdhana Sekuritas dan PT Phintraco Sekuritas, kompak mengeluarkan rekomendasi “beli” pada 8 Juli 2025. 

Di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi ketidakpastian global, keyakinan dua institusi ini terhadap prospek emiten agribisnis tersebut patut dicermati.

Phintraco Sekuritas memberikan target harga di level Rp1.300, sedangkan Verdhana mematok target sedikit lebih rendah di angka Rp1.285 per saham. Kedua angka itu masih berada di atas konsensus analis yang kini tercatat di Rp1.249. 

Dengan harga pasar terakhir berada di kisaran Rp1.000, potensi kenaikan yang ditawarkan TAPG masih terbuka lebar, hampir 25 persen menurut data Bloomberg per 8 Juli 2025.

Yang menarik, tidak satu pun dari 12 institusi riset yang tercatat dalam konsensus memberikan rekomendasi jual. Seluruhnya solid di posisi “buy”, sementara hanya satu yang sempat mengambil posisi “hold”. 

Ini mencerminkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap prospek jangka menengah saham TAPG, baik dari sisi valuasi maupun potensi pertumbuhan bisnisnya.

Grafik pergerakan harga saham TAPG dalam dua tahun terakhir juga mengindikasikan tren pemulihan yang konsisten. Spread antara harga pasar dan target analis masih menyisakan ruang apresiasi yang cukup sehat. 

Tak sedikit pula analis yang sebelumnya telah memberikan rekomendasi serupa dan mencatatkan realisasi return tinggi dalam setahun terakhir, bahkan hingga lebih dari 100 persen.

Tingginya minat pasar terhadap TAPG tak lepas dari mulai pulihnya sentimen di sektor agrikultur. Di tengah fluktuasi harga komoditas global, investor cenderung memilih emiten yang mampu menjaga efisiensi operasional dan memiliki basis bisnis yang terdiversifikasi. 

TAPG termasuk salah satunya. Return dalam 12 bulan terakhir tercatat menembus 108 persen, sebuah capaian yang tentu tak bisa diabaikan begitu saja.

Di tengah banyaknya saham yang masih bergerak sideways akibat tekanan eksternal, TAPG muncul sebagai salah satu kandidat kuat bagi investor yang mencari peluang jangka menengah dengan ekspektasi risiko yang relatif terukur. 

Meskipun tentu keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing investor, kombinasi antara tren teknikal yang stabil, konsensus analis yang positif, serta prospek sektor yang membaik menjadikan TAPG layak masuk dalam radar pelaku pasar saat ini.

Apakah Ada Ruang Kenaikan?

Di tengah dinamika pasar yang fluktuatif dan tekanan global yang masih terasa, TAPG justru tampil sebagai salah satu emiten agribisnis yang berhasil mencuri perhatian lewat kinerja harga sahamnya.

Jika menilik pergerakan dalam satu hari terakhir saja, harga saham TAPG sudah menguat 3,08 persen dan bergerak dari Rp975 ke Rp1.010. Kenaikan ini mungkin tampak moderat dalam kerangka harian, tetapi jadi jauh lebih menarik ketika ditarik dalam perspektif jangka lebih panjang.

Selama sepekan, saham ini naik tipis 0,50 persen. Namun, dalam sebulan terakhir, laju kenaikannya mulai menunjukkan karakter lebih agresif, dengan pertumbuhan 8,06 persen. 

Lonjakan lebih besar terjadi dalam tiga bulan terakhir, saat saham ini melesat 25,62 persen. Artinya, tren naik TAPG bukan hanya anomali jangka pendek, melainkan bagian dari fase penguatan yang berkelanjutan.

Secara year-to-date (YTD), saham TAPG sudah terapresiasi 31,37 persen, bergerak dari kisaran Rp730 ke atas Rp1.000. Jika dihitung dari level enam bulan lalu, pergerakannya bahkan identic, tetap solid di angka pertumbuhan lebih dari 31 persen.

Namun yang paling mencolok adalah kinerja satu tahunnya. TAPG berhasil mencetak pertumbuhan 77,88 persen, dari Rp560 hingga menyentuh Rp1.060 sebagai level tertinggi. 

Bahkan jika dibandingkan dengan posisi tiga tahun lalu yang berada di kisaran Rp505, saham ini sudah tumbuh lebih dari 63 persen.

Konsistensi dalam membukukan return tinggi ini bukan hanya menjadi catatan teknikal, tapi juga mencerminkan persepsi pasar terhadap prospek jangka panjang TAPG. 

Di tengah harga komoditas yang volatil dan banyaknya ketidakpastian sektor primer, saham TAPG mampu menunjukkan bahwa ketahanan operasional dan efisiensi manajemen tetap menjadi magnet kuat bagi investor.

Dengan performa setahun yang sudah nyaris menyentuh 80 persen, TAPG bukan hanya menarik dari sisi momentum teknikal, tapi juga layak disebut sebagai salah satu emiten agribisnis dengan reputasi pergerakan harga paling konsisten di bursa saat ini. 

Investor yang masuk lebih awal kemungkinan sudah mengantongi keuntungan signifikan, sementara yang baru mempertimbangkan entry kini dihadapkan pada pertanyaan klasik, apakah masih ada ruang kenaikan, atau justru saatnya bersiap menghadapi potensi koreksi sehat? 

Yang jelas, TAPG bukan saham yang bisa dianggap remeh.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait