Market Hari Ini 14 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Analis Sarankan Jual Saham Emiten Nikel Berikut

Analis Sarankan Jual Saham Emiten Nikel Berikut
Analis Sarankan Jual Saham Emiten Nikel Berikut

KABARBURSA.COM - Tampaknya terdapat potensi koreksi harga nikel, meskipun saat ini harga masih menunjukkan pola uptrend jangka pendek yang relatif kuat. Rentang perdagangan saat ini berkisar antara 17.906,6 hingga 18.820,6.

Secara teknikal, indikator stochasticpersenD optimized (Stochastic Percentage Difference) cenderung datar. Namun, indikator RSI optimized (Relative Strength Index  Optimized) dan WpersenR optimized (William Percent Range Optimized) masih menunjukkan kecenderungan penurunan, meskipun harga masih berada di atas moving average optimized dengan periode 6 hari.

“Itu mengindikasikan harga coba bertahan di atas support terdekat di kisaran 18.111,4,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas, Tasrul Tanar dalam ulasannya, Kamis 14 Maret 2024.

Dengan berbagai pertimbangan, para pemodal bisa menjual saham 3 emiten nikel terlebih dahulu demi memaksimalkan cuan. Tiga saham tersebut adalah ANTM, INCO, dan NCKL. Sebaliknya, saham MBMA disarankan untuk beli.

Menurut Tasrul, pemodal bisa sell on strength saham ANTM dengan target harga Rp1.725. Adapun kisaran harga untuk trading harian Rp1.600-Rp1.660. Cut loss di Rp1.540.

Selain itu, sell on strength saham INCO. Target harga saham INCO dipatok sebesar Rp4.650. Kisaran harga untuk trading harian Rp4.150-Rp4.460. Cut loss di Rp4.000.

Selanjutnya, sell on strength saham NCKL dengan target harga Rp985. Kisaran harga untuk trading harian Rp920-Rp960. Cut loss di Rp830.

Sementara itu, untuk saham MBMA, Mirae merekomendasikan pemodal untuk buy on weakness. Target harga saham MBMA sebesar Rp625. Kisaran harga untuk trading harian Rp530-Rp565. Cut loss di Rp525.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait