Analis Wanti-Wanti Potensi IHSG Turun ke 7.140

Tekanan jual masih mendominasi pasar. Analis MNC Sekuritas melihat IHSG berpotensi melanjutkan koreksi menuju area 7.140–7.391.

IHSG turun 4,57 persen ke 7.577. Analis MNC Sekuritas mengingatkan potensi koreksi lanjutan ke area 7.140–7.391.

IHSG turun 4,57 persen ke 7.577. Analis MNC Sekuritas mengingatkan potensi koreksi lanjutan ke area 7.140–7.391. Foto: Dok. KabarBursa
IHSG turun 4,57 persen ke 7.577. Analis MNC Sekuritas mengingatkan potensi koreksi lanjutan ke area 7.140–7.391. Foto: Dok. KabarBursa

Daftar Isi

  1. 01 Area Koreksi Berikutnya
  2. 02 Saham-saham yang Menarik Dipantau

KABARBURSA.COM — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG belum menunjukkan tanda benar-benar pulih. Setelah reli cukup panjang pada awal tahun, indeks justru kembali terseret arus jual yang cukup dalam.

Pada perdagangan kemarin, IHSG tercatat terkoreksi 4,57 persen ke level 7.577. Tekanan jual masih mendominasi hampir seluruh sektor, meski pelemahan tersebut sempat tertahan di area teknikal yang dianggap krusial oleh analis.

Analis teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan penurunan indeks saat ini masih berada dalam fase koreksi lanjutan dalam struktur gelombang teknikal.

“IHSG melanjutkan koreksinya sebesar 4,57 persen ke 7.577 dan masih didominasi oleh tekanan jual, namun koreksinya tertahan area support krusial di 7.481,” tulis Herditya dalam riset MNCS Daily Scope Wave, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurut dia, secara teknikal posisi IHSG saat ini masih berada dalam fase koreksi lanjutan yang perlu dicermati oleh pelaku pasar. “Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave [y] dari wave 4 atau dari wave (2) pada label merah,” ujar Herditya.

Dalam analisis gelombang Elliott yang digunakan, fase tersebut biasanya menjadi bagian dari proses konsolidasi sebelum indeks menemukan titik keseimbangan baru.

Area Koreksi Berikutnya

Dengan struktur teknikal tersebut, analis menilai IHSG masih berpotensi bergerak lebih rendah dalam jangka pendek. Herditya menyebut investor perlu mencermati area 7.140 hingga 7.391 sebagai zona koreksi lanjutan yang mungkin terjadi apabila tekanan jual belum mereda.

“Hal tersebut berarti, perlu dicermati area 7.140-7.391 sebagai area koreksi berikutnya,” tulisnya dalam laporan riset tersebut.

Dalam peta teknikal yang disusun MNC Sekuritas, level 7.311 dan 7.391 menjadi area penopang indeks dalam jangka pendek. Jika level ini ditembus, ruang pelemahan indeks dapat terbuka lebih dalam. Sementara di sisi atas, IHSG masih menghadapi sejumlah level penghalang yang harus dilewati untuk memulihkan tren penguatan. Area resistensi berada di kisaran 7.934 hingga 8.154.

Level tersebut menjadi zona penting untuk mengukur apakah indeks mampu kembali membangun momentum naik setelah fase koreksi.

Saham-saham yang Menarik Dipantau

Dalam laporan teknikal yang sama, MNC Sekuritas menyoroti beberapa saham yang pergerakannya menarik untuk dipantau oleh investor di tengah volatilitas pasar.

Saham PT Astra International Tbk atau ASII tercatat terkoreksi 1,99 persen ke level 6.150 dan masih berada dalam tekanan jual. Dalam analisis teknikalnya, posisi saham ini diperkirakan berada pada fase wave 2 dari wave lima dalam struktur gelombang yang sedang berjalan.

Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BRIS juga mengalami koreksi sekitar 1,39 persen ke level 2.130. Herditya menilai posisi saham tersebut kemungkinan sedang berada pada bagian wave b atau wave dua dalam struktur koreksi yang lebih besar.

Sementara itu saham PT Merdeka Gold Resources Tbl atau EMAS juga terkoreksi sekitar 4,14 persen ke level 8.100. Koreksi tersebut disertai peningkatan volume transaksi, yang dalam analisis teknikal diinterpretasikan sebagai bagian dari fase wave empat dalam tren naik sebelumnya.

Tekanan jual juga terlihat pada saham PT Timah Tbk atau TINS yang turun sekitar 8,47 persen ke level 3.890. Dalam pemetaan teknikal MNC Sekuritas, posisi saham tersebut diperkirakan berada pada bagian wave dua dari wave lima dalam struktur pergerakan harga.

Meski demikian, dinamika teknikal tersebut tidak serta-merta menjamin arah pergerakan saham dalam jangka pendek. Dalam situasi pasar yang volatil, arah indeks sering kali dipengaruhi oleh sentimen makro, arus dana asing, serta kondisi likuiditas pasar.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait