PREMIUM Market Hari Ini 21 Apr 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Analisis Saham Dividen Tinggi 2025: UNTR, ASII, BBRI, INDF

Saat capital gain terasa seperti mimpi yang tertunda, investor cenderung mencari kepastian dalam bentuk cuan yang rutin datang setahun sekali (atau dua kali, kalau lagi hoki): dividen tunai.

Empat saham dividen jumbo 2025, UNTR, ASII, BBRI, INDF, masih tergolong murah, konsisten bagi hasil, dan layak diburu untuk penghasilan pasif.

Ilustrasi: Analisis Saham Dividen Tinggi 2025: UNTR, ASII, BBRI, INDF. (Foto: AI untuk KabarBursa)
Ilustrasi: Analisis Saham Dividen Tinggi 2025: UNTR, ASII, BBRI, INDF. (Foto: AI untuk KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Di tengah riuh rendah pasar saham yang seperti ogah-ogahan menentukan arah, kadang naik hingga seringnya ragu, satu hal tetap jadi pelarian favorit investor adalah saham dengan dividen jumbo. Saat capital gain terasa seperti mimpi yang tertunda, investor cenderung mencari kepastian dalam bentuk cuan yang rutin datang setahun sekali (atau dua kali, kalau lagi hoki): dividen tunai.

Minat terhadap saham dividen besar biasanya meningkat saat pasar bergerak sideways atau diliputi ketidakpastian. Ini bukan tanpa alasan. Ketika volatilitas harga bikin jantung berdebar setiap buka aplikasi trading, dividen memberikan rasa damai dan kepastian cash flow yang sangat dihargai, terutama oleh investor ritel yang haus kepastian, maupun institusi yang butuh stabilitas.

Apalagi di Indonesia, ada banyak emiten besar yang rajin bagi-bagi dividen dengan yield yang bisa bikin investor value menggoyangkan kaki kegirangan. Di tengah ketidakpastian global, mulai dari suku bunga tinggi hingga gejolak geopolitik, saham dividen tampil sebagai pilihan defensif yang tetap menguntungkan.

  • PE Ratio: 1 (PE Ratio terendah di antara empat saham ini, menunjukkan valuasi yang sangat menarik)
  • Dividen Yield: 2 (Dividen yield 9,80 persen selama 3 tahun terakhir, sangat tinggi namun sedikit lebih rendah dari ASII)
  • Return on Equity (RoE): 1 (RoE 21,93 persen, tertinggi di antara pesaing)
  • Kesimpulan: UNTR tampil sangat baik dalam hal valuasi dan fundamental, dengan RoE yang solid dan yield tinggi. Meskipun ada penurunan pada non-operating income, UNTR tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari nilai terbaik dengan fundamental yang kuat. Layak masuk watchlist.
  • PE Ratio: 2 (PE Ratio sedikit lebih tinggi dari UNTR, tetapi masih sangat menarik)
  • Dividen Yield: 1 (Yield tinggi 10,88 persen selama 3 tahun terakhir dan konsistensi pembayaran dividen)
  • Return on Equity (RoE): 2 (RoE 14,61 persen, meskipun lebih rendah dari UNTR, masih cukup solid)
  • Kesimpulan: ASII menonjol dalam hal yield dan konsistensi dividen. Meskipun RoE sedikit lebih rendah, perusahaan ini tetap sangat stabil secara fundamental dan menawarkan kombinasi valuasi dan yield yang menarik. Layak masuk watchlist.
  • PE Ratio: 3 (PE Ratio tertinggi di antara yang lain, yang mencerminkan valuasi yang relatif lebih tinggi)
  • Dividen Yield: 3 (Yield 9,53 persen masih sangat kompetitif, tetapi lebih rendah dibandingkan UNTR dan ASII)
  • Return on Equity (RoE): 3 (RoE 15,72 persen, cukup baik tetapi kalah dari UNTR)
  • Kesimpulan: BBRI memiliki capitalisasi pasar terbesar dan stabilitas tinggi, namun penurunan non-operating income dan valuasi yang lebih tinggi membuatnya sedikit lebih berisiko dibandingkan UNTR dan ASII. Layak masuk watchlist, tetapi lebih cocok bagi investor yang mengutamakan stabilitas pasar.
  • PE Ratio: 4 (PE Ratio masih terbilang rendah, tetapi tidak seatraktif UNTR atau ASII)
  • Dividen Yield: 4 (Yield 3,65 persen lebih rendah dari ketiga saham lainnya)
  • Return on Equity (RoE): 4 (RoE 13,80 persen, yang paling rendah di antara empat saham ini)
  • Kesimpulan: Meskipun INDF menawarkan dividen, yield yang rendah dan fundamental yang lebih lemah membuatnya kurang menarik dibandingkan saham-saham lain dalam daftar ini. Kurang direkomendasikan untuk dividen hunter.
PREMIUM Premium Content

Artikel premium ini hanya tersedia untuk Member

Anda dapat membuka artikel ini secara individual dengan harga Rp35.000. Jika sudah berlangganan, silakan login untuk melanjutkan membaca melalui dashboard premium Anda.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait