Market Hari Ini 26 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Anomali Bank Digital, Raih Laba Tapi Sahamnya Lesu

Anomali Bank Digital, Raih Laba Tapi Sahamnya Lesu
Anomali Bank Digital, Raih Laba Tapi Sahamnya Lesu

KABARBURSA.COM - Tahun 2023 menandai pertumbuhan laba yang pesat bagi emiten bank digital, meskipun performa saham mereka tak mengikuti tren yang sama.

PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatatkan kenaikan laba yang mengesankan sepanjang tahun lalu. Laba bank ini melonjak hingga 354persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp 72,3 miliar.

Pendapatan bunga bersih turut andil dalam kenaikan laba ini, meningkat sekitar 15,71persen YoY menjadi Rp 1,56 triliun. Namun, rasio Net Interest Margin (NIM) sedikit tergerus dari 10,45persen menjadi 9,45persen.

Meski demikian, Bank Jago berhasil mengurangi Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dari 99,19persen menjadi 95,83persen.

Direktur Kepatuhan & Corporate Secretary Bank Jago, Tjit Siat Fun, menyatakan bahwa pertumbuhan laba yang signifikan ini sebagian besar karena laba rendah pada tahun sebelumnya.

Dia percaya bahwa pertumbuhan laba akan menjadi momentum positif bagi Bank Jago untuk terus berinovasi dalam melayani nasabah dan berkolaborasi dengan ekosistem digital.

 

Sementara PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mencatatkan laba sebesar Rp 444,6 miliar, meskipun pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan bank digital lainnya, yaitu sekitar 64,67persen YoY.

Hal serupa terjadi dengan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) yang mencatatkan kenaikan laba sebesar 112,48persen YoY menjadi Rp 24,35 miliar, serta PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) yang berhasil mengurangi rugi bersih sekitar 27,36persen YoY menjadi rugi Rp 573,18 miliar.

Meskipun kinerja keuangan bank-bank digital ini menjanjikan, saham mereka tidak mengalami kenaikan sepanjang tahun 2024.

Secara year to date (ytd), saham ARTO mengalami penurunan sebesar 4,14persen, sementara saham AGRO turun sekitar 4,52persen ytd.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai bahwa bank digital masih memiliki tantangan dalam mempertahankan performa saham seiring dengan pertumbuhan laba.

Dia menyoroti pentingnya inovasi terus-menerus untuk mempertahankan keunggulan kompetitif dan meningkatkan loyalitas nasabah.

Analis Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menambahkan bahwa persaingan semakin ketat dengan banyaknya bank konvensional yang mengembangkan aplikasi digital.

Nafan merekomendasikan kepada investor untuk mengakumulasi saham ARTO dan BBHI, dengan target harga masing-masing Rp 3.020 dan Rp 1.300.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait