Market Hari Ini 01 Mar 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

ANTM di Tengah Lonjakan Emas, Siap Uji 4.500

Harga bertahan di atas MA20, RSI mendekati overbought dan resistance 4.384–4.547 jadi area uji lanjutan seiring lonjakan emas global.

ANTM ditutup 4.350, tren sepekan menguat. Uji resistance 4.384–4.547 di tengah lonjakan emas dan sentimen Selat Hormuz.

Saham ANTM menjadi pusat perhatian usai prediksi lonjakan harga emas. (Foto: AI untuk KabarBursa)
Saham ANTM menjadi pusat perhatian usai prediksi lonjakan harga emas. (Foto: AI untuk KabarBursa)

Daftar Isi

  1. 01 Analisis Teknikal Saham ANTM

KABARBURSA.COM – Harga emas global diperkirakan menembus USD6.000 pasca memanaskan konflik di Timur Tengah, usai serangan Amerika Serikat dan sekutunya, Israel, ke Selat Hormuz, Iran. Salah satu saham domestik yang terdampak langsung kenaikan harga emas adalah ANTM.

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ditutup di level 4.350 pada perdagangan Jumat, 27 Februari 2026, atau menguat 20 poin setara 0,46 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 4.330. 

Sepanjang sesi intraday, harga bergerak dalam rentang 4.230 hingga 4.370, dengan pembukaan di 4.330 dan sempat menyentuh area tertinggi harian sebelum stabil di kisaran 4.350 menjelang penutupan.

Secara pergerakan harian, pola intraday menunjukkan tekanan beli muncul sejak awal sesi setelah sempat melemah ke area 4.250. Harga kemudian berbalik menguat dan bertahan di atas level pembukaan hingga akhir perdagangan. Struktur ini mencerminkan adanya akumulasi di area bawah dan respons beli lanjutan ketika harga mendekati resistance intraday.

Dalam sepekan terakhir, ANTM bergerak dalam tren naik jangka pendek dan mempertahankan posisi di atas rata-rata pergerakan utama. Harga saat ini berada jauh di atas MA5 di 4.108 dan MA10 di 3.894, serta signifikan di atas MA20 di 3.470 dan MA50 di 3.068. 

Posisi ini menunjukkan struktur tren menengah yang masih berada dalam fase penguatan, dengan jarak harga terhadap MA200 di 2.106 yang menegaskan perubahan tren jangka panjang ke arah naik.

Analisis Teknikal Saham ANTM

Indikator teknikal menunjukkan dominasi sinyal beli. Relative Strength Index (RSI) berada di level 68,18, mendekati area overbought namun masih berada dalam zona penguatan. Stochastic dan Stochastic RSI berada di atas level tengah dan mengindikasikan momentum yang masih terjaga. 

MACD berada di area positif dengan nilai 357,17, menandakan fase tren naik yang masih berlangsung. ADX di level 49,70 menunjukkan kekuatan tren yang solid, sementara CCI di atas 100 mengindikasikan percepatan momentum.

Dari sisi volatilitas, Average True Range (ATR) di level 441,42 mencerminkan rentang pergerakan harian yang lebar. Kondisi ini sejalan dengan respons pasar terhadap sentimen harga emas global yang diperkirakan meningkat pasca eskalasi di kawasan Timur Tengah dan risiko gangguan distribusi energi di Selat Hormuz.

Berdasarkan pivot points klasik, area pivot berada di 4.167 dengan resistance terdekat di 4.384. Level tersebut menjadi area uji lanjutan setelah harga ditutup di 4.350. Jika tekanan beli berlanjut, area 4.384 hingga 4.547 menjadi rentang resistance berikutnya yang berpotensi diuji dalam jangka pendek. 

Sementara itu, support terdekat berada di 4.004 dan 3.787 sebagai area penyangga apabila terjadi koreksi teknikal.

Dengan struktur harga yang berada di atas seluruh rata-rata pergerakan utama dan mayoritas indikator berada pada kategori sangat beli, arah pergerakan ANTM dalam jangka pendek berada pada fase pengujian resistance terdekat. 

Respons harga terhadap area 4.384 akan menjadi indikator lanjutan untuk menentukan apakah penguatan berlanjut menuju area resistance berikutnya atau memasuki fase konsolidasi setelah reli sepekan terakhir.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait