Market Hari Ini 07 Jun 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

ANTM Kehilangan Momentum di 2.750, Tunggu atau Koleksi?

ANTM ditutup melemah 10 poin ke level 2.750 dengan antrean offer yang jauh lebih tebal dibanding bid. Kondisi ini membuka peluang buy on weakness, tetapi investor perlu mencermati area support 2.690-2.740 sebelum mengambil posisi.

Analisis saham ANTM: tekanan offer mendominasi di level 2.750. Simak strategi buy on weakness, target harga, dan level stop loss terbaru.

Area 2.690 hingga 2.740 pada saham ANTM masih menjadi zona yang menarik untuk strategi buy on weakness. (Foto: dok ANTM)
Area 2.690 hingga 2.740 pada saham ANTM masih menjadi zona yang menarik untuk strategi buy on weakness. (Foto: dok ANTM)

Daftar Isi

  1. 01 Akumulasi Bertahap di Area 2.690-2.740

KABARBURSA.COM - Pergerakan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada penutupan perdagangan Jumat, 5 Juni 2026, belum mampu memberikan sinyal pemulihan yang meyakinkan. Harga memang hanya terkoreksi 10 poin atau 0,36 persen ke level 2.750, namun antrean tebal di sisi offer orderbook tidak bisa diabaikan.

Sepanjang sesi perdagangan, ANTM sempat bergerak di rentang 2.710 hingga 2.910 sebelum akhirnya ditutup di bawah harga pembukaan 2.850. Volume transaksi mencapai sekitar 737,5 miliar dengan frekuensi lebih dari 44 ribu kali. Minat pasar memang masih tinggi, sayangnya didominasi oleh distribusi.

Dari struktur order book, total antrean bid hanya sekitar 184 ribu lot. Sementara, antrean offer mencapai lebih dari 338 ribu lot atau hampir dua kali lipat lebih besar. Ketimpangan tersebut mengindikasikan masih adanya tekanan jual yang berpotensi membatasi ruang kenaikan pada perdagangan berikutnya.

Di sisi lain, nilai Foreign Buy yang berada di kisaran Rp166,3 miliar masih tertinggal dibanding Foreign Sell sebesar Rp336,1 miliar. Arus dana asing yang masih mencatatkan net sell memperkuat indikasi bahwa pelaku pasar institusi belum sepenuhnya kembali melakukan akumulasi di saham emiten tambang pelat merah tersebut.

Akumulasi Bertahap di Area 2.690-2.740

Secara teknikal, kondisi ini masih sejalan dengan proyeksi bahwa ANTM sedang memasuki fase awal wave 4 dari wave (C), yaitu fase koreksi yang umumnya dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi bertahap sebelum potensi kelanjutan tren naik berikutnya.

Untuk perdagangan esok hari, 8 Juni 2026, MNC Sekuritas dalam risetnya melihat area 2.690 hingga 2.740 masih menjadi zona yang menarik untuk strategi buy on weakness. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang rebound menuju resistance psikologis 2.800 masih terbuka.

Namun, mengingat tekanan offer masih cukup dominan, kenaikan diperkirakan berlangsung secara bertahap dan berpotensi menghadapi aksi ambil untung di setiap level resistance terdekat. Konfirmasi penguatan baru akan terlihat apabila ANTM mampu kembali menembus 2.800 dengan volume yang meningkat dan antrean bid mulai mengimbangi sisi offer.

Sebaliknya, apabila tekanan jual berlanjut hingga membawa harga turun di bawah 2.630, maka disiplin menerapkan stop loss menjadi langkah yang perlu diprioritaskan.

Dengan kata lain, strategi terbaik untuk perdagangan esok hari bukanlah mengejar harga saat pembukaan, melainkan menunggu pelemahan menuju area akumulasi yang telah ditentukan. 

Selama support tetap terjaga, peluang menuju target 3.020 hingga 3.200 masih berada dalam skenario utama, meski jalan menuju level tersebut kemungkinan akan diwarnai volatilitas yang cukup tinggi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait