Market Hari Ini 22 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Antrean Bid Mulai Tebal, ini Area Buy on Weakness HMSP

HMSP melonjak 3,47 persen pada sesi akhir perdagangan dengan antrean bid yang mulai menebal. Konsensus analis masih dominan beli saat saham bergerak di area bawah.

HMSP menguat 3,47 persen ke level 745 dengan dukungan volume beli. Konsensus analis masih dominan buy dengan target harga hingga Rp1.180.

Konsensus analis masih memberikan rekomendasi BUY kepada saham HMSP. Hal ini didukung dengan sisi bid yang cukup tebal di area 720-745. (Foto: dok Wikipedia)
Konsensus analis masih memberikan rekomendasi BUY kepada saham HMSP. Hal ini didukung dengan sisi bid yang cukup tebal di area 720-745. (Foto: dok Wikipedia)

Daftar Isi

  1. 01 14 Analis Rekomendasi Buy
  2. 02 Antrean Beli di Area 720-745

KABARBURSA.COM – Di sesi akhir perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, Saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) kembali hidup. Setelah lama bergerak lesu dan tertahan di area bawah, saham rokok ini melesat 3,47 persen ke level 745 dengan nilai transaksi mencapai Rp30,5 miliar.

Kenaikan tersebut berbarengan dengan peningkatan volume pembelian. HMSP ditransaksikan sekitar 409 ribu lot dengan frekuensi mencapai 3.854 kali. Sementara itu, harga sempat menyentuh level tertinggi 760 sebelum akhirnya ditutup di area rata-rata perdagangan harian di 745.

Meski begitu, penguatan HMSP belum sepenuhnya aman. Secara teknikal, pergerakan saham ini masih tertahan di bawah MA20.

MNC Sekuritas membaca posisi ini sebagai sedang memasuki awal wave (c) dari wave [b]. Pembacaan tersebut membuat area 725 hingga 740 di saham HMSP sebagai zona menarik untuk strategi buy on weakness.

14 Analis Rekomendasi Buy

Strategi tersebut tidak main-main. Sebanyak 14 analis yang memantau HMSP, ada 12 yang memberikan rekomendasi buy. Hanya satu analis yang memberi rekomendasi hold dan satu lainnya sell.

Optimisme tersebut terlihat dari target harga konsensus yang masih cukup jauh di atas posisi pasar saat ini. Rata-rata target analis berada di level Rp945, sementara target tertinggi mencapai Rp1.180.

Artinya, dengan posisi harga sekarang di area 745, HMSP masih memiliki ruang kenaikan yang cukup lebar apabila momentum pemulihan mulai terbentuk. Namun, pasar tampaknya belum sepenuhnya percaya diri karena tekanan teknikal jangka pendek masih membayangi.

Antrean Beli di Area 720-745

Hal tersebut terlihat dari struktur orderbook pada sesi akhir perdagangan kemarin. Di sisi bid, antrean beli mulai menebal terutama di level 720 hingga 745.

Bid terbesar terlihat bertumpuk di harga 715 sebanyak 35.523 lot dan di level 735 sekitar 29.418 lot. Sementara antrean beli di level 720 mencapai 23.226 lot dan level 700 sekitar 18.989 lot.

Di sisi lain, antrean offer juga masih cukup tebal sehingga ruang kenaikan belum benar-benar longgar. Offer terbesar terlihat berada di level 760 sebanyak 18.931 lot dan di level 765 sekitar 18.104 lot.

Pasar juga masih menempatkan cukup banyak saham di area 770 hingga 795, memperlihatkan pelaku pasar mulai bersiap melakukan profit taking jangka pendek ketika harga naik lebih tinggi. Total antrean offer tercatat sekitar 205 ribu lot dengan frekuensi 923 kali, sementara total bid mencapai sekitar 211 ribu lot dengan frekuensi lebih tinggi di 1.006 kali.

Struktur tersebut memperlihatkan tenaga beli mulai muncul, tetapi belum sepenuhnya dominan. Selama HMSP mampu bertahan di atas area 725 hingga 740, peluang menguji resistance 780 hingga 815 masih terbuka dalam jangka pendek.

Namun jika tekanan kembali muncul dan saham turun di bawah 715, momentum pemulihan berpotensi kembali tertahan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait