Market Hari Ini 27 Feb 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

ARNA Catat Penurunan Laba di 2025 saat Penjualan Naik

Yang menjadi penekan Arwana gagal memperoleh keuntungan adalah lonjakan beban pokok penjualan.

Perusahaan produsen keramik, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) membukukan penurunan laba bersih sepanjang tahun 2025 menjadi Rp405,88 miliar dari Rp429,54 miliar

Yang menjadi penekan Arwana gagal memperoleh keuntungan adalah lonjakan beban pokok penjualan. (Foto: Dok. Arwana Citramulia)
Yang menjadi penekan Arwana gagal memperoleh keuntungan adalah lonjakan beban pokok penjualan. (Foto: Dok. Arwana Citramulia)

KABARBURSA.COM – Perusahaan produsen keramik, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) membukukan penurunan laba bersih sepanjang tahun 2025 menjadi Rp405,88 miliar dari Rp429,54 miliar pada 2024.

Koreksi terhadap laba bersih ini terjadi justru saat ARNA mencatat penjualan bersih sebesar Rp2,91 triliun pada 2025, meningkat 10,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp2,63 triliun di 2024.

Yang menjadi penekan Arwana gagal memperoleh keuntungan adalah lonjakan beban pokok penjualan. Beban ini naik 17,5 persen menjadi Rp2,03 triliun dari tahun sebelumnya Rp1,73 triliun. Selain itu, beban kurs turut menekan kinerja, melonjak menjadi Rp5,49 miliar.

Oleh karena itu, laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp400,47 miliar menurun 5,5 persen yoy dibandingkan Rp425,97 miliar. 

Meski begitu, ARNA masih mencatat ekuitas yang solid. Total ekuitas naik 3 persen yoy menjadi Rp1,93 triliun dari Rp1,87 triliun, didukung saldo laba yang meningkat menjadi Rp1,98 triliun.

Dari sisi aset, Arwana Citramulia membukukan pertumbuhan 8,4 persen yoy menjadi Rp2,88 triliun pada 2025, dibandingkan Rp2,66 triliun pada 2024. Kenaikan terutama ditopang oleh peningkatan aset tetap yang mencapai Rp1,39 triliun dari Rp1,10 triliun.

Liabilitas perusahaan juga meningkat, dengan total kewajiban mencapai Rp949,18 miliar pada 2025, naik 21,1 persen yoy dari Rp783,82 miliar pada 2024. Lonjakan ini terutama berasal dari utang jangka panjang yang sebelumnya nihil, kini tercatat Rp125,43 miliar. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait