Market Hari Ini 16 Apr 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Arus Kas Solid, ASLC akan Buyback Saham

Manajemen ASLC menyampaikan pelaksanaan buyback akan dilakukan secara bertahap dalam periode yang ditentukan setelah mendapatkan persetujuan investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham. Langkah ini diambil sebagai refleksi atas kondisi arus kas Pers

Showroom Caroline.id (Foto: Dok. ASLC)
Showroom Caroline.id (Foto: Dok. ASLC)

KABARBURSA.COM -  PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham. Langkah ini diambil sebagai refleksi atas kondisi arus kas Perseroan yang kuat serta kepercayaan manajemen terhadap nilai intrinsik perusahaan yang terus meningkat pasca pengumuman kinerja tahun penuh 2025.

Manajemen ASLC menyampaikan pelaksanaan buyback akan dilakukan secara bertahap dalam periode yang ditentukan setelah mendapatkan persetujuan investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sebagai tambahan informasi, ASLC saat ini masih dalam periode buyback  saham hingga 17 Juni 2026. Hal inisebagaimana disetujui pada RUPS tanggal 17 Juni 2025.

Presiden Direktur ASLC, Jany Candra mengatakan keberhasilan strategi bisnis di tahun 2025 menghasilkan posisi kas yang sehat, memungkinkan Perseroan melakukan buyback tanpa mengganggu rencana ekspansi di tahun 2026.

“Melihat capaian gemilang di FY25, kami merasa harga saham saat ini masih berada di bawah nilai fundamentalnya (undervalued). Buyback ini
adalah instrumen kami untuk mengembalikan nilai kepada pemegang saham sekaligus menjaga volatilitas pasar agar lebih stabil.” ujar dia dalam keterangannya.

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, ASLC berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan, didorong oleh ekspansi jaringan ritel
Caroline.id dan stabilnya bisnis lelang JBA.

Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan yang solid  year on year (yoy), didukung oleh volume penjualan unit yang melampaui target tahunan yaitu sebesar Rp1 triliun atau tumbuh 14,5 persen dibandingkan
tahun 2024.

Kinerja  impresif emiten yang bergerak di bisnis lelang, penjualan retail mobil bekas, dan pegadaian ini diikuti dengan capaian laba bersih tahun berjalan sebesar Rp45 miliar.

“Pertumbuhan positif ini merupakan hasil dari strategi agresif ASLC memperkuat ekosistem pelaku usaha mobil bekas, kesadaran merek dan keunggulan operasional,” kata Jany Candra dalam keterangannya, Senin, 23 Maret 2026

Caroline.id, sebagai platform online to offline jual beli mobil bekas ASLC sukses mencatatkan penjualan sebesar Rp730,5 miliar di pada 2025. Adapun jumlah mobil bekas yang berhasil dijual mencapai hampir 4.500 unit, meningkat 24.5 persen dibandingkan tahun 2024.

Sementara JBA Indonesia yang merupakan balai lelang kendaraan bekas ASLC menjual lebih dari 124 ribu unit kendaraan. Pada tahun 2025, JBA mencatatkan pendapatan sebesar Rp272,5 miliar.

Unit bisnis Perseroan yang masih dalam tahap awal yaitu MotoGadai juga menunjukkan kinerjaimpresif. Pada tahun 2025, MotoGadai membukukan pendapatan sebesar Rp5,4 miliar, meningkat 72 persen dari tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, manajemen ASLC memandang prospek bisnis pada tahun 2026 tetap cerah, didukung oleh fundamental pasar yang solid dan berkelanjutan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait