Market Hari Ini 18 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

AS Bayar Bunga Pinjaman Rp13.500 T

AS Bayar Bunga Pinjaman Rp13.500 T
AS Bayar Bunga Pinjaman Rp13.500 T

KABARBURSA.COM - Imbal hasil surat utang AS telah melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, mendorong pemerintah AS untuk membayar bunga pinjaman yang lebih besar. Menurut perkiraan terbaru Kantor Anggaran Kongres, pemerintah AS diperkirakan akan membayar tambahan bunga sebesar US$ 1,1 triliun selama satu dekade mendatang. Biaya bunga ini diperkirakan akan melampaui anggaran pertahanan, menjadi salah satu pengeluaran terbesar pemerintah AS.

Hanya Jaminan Sosial dan Medicare yang diperkirakan akan menjadi beban lebih besar dari bunga pinjaman di masa mendatang. Peningkatan ini memunculkan kekhawatiran di Wall Street bahwa pertumbuhan pinjaman pemerintah selama bertahun-tahun akan membebani pertumbuhan ekonomi dan menurunkan kualitas aset.

Meskipun pasar surat berharga AS menunjukkan sedikit tanda-tanda tekanan, investor tetap waspada. Pandemi COVID-19 sebelumnya telah mendorong suku bunga menjadi sangat rendah atau mendekati 0 persen, memicu lonjakan pinjaman yang meningkatkan utang federal selama bertahun-tahun.

Departemen Keuangan AS meningkatkan penerbitan obligasi menjadi rekor US$ 23 triliun tahun lalu. Namun, biaya untuk membayar pinjaman tersebut meningkat karena bank sentral AS, Federal Reserve, meningkatkan suku bunga ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, melebihi 5 persen.

Amerika diperkirakan akan menghabiskan US$ 870 miliar untuk pembayaran bunga tahun ini, hampir dua kali lipat dari rata-rata tahunan sebesar 1,6 persen PDB sejak tahun 2000. Proyeksi biaya bunga mencapai 3,9 persen PDB pada tahun 2034.

Saat biaya bunga naik, pemerintah harus menerbitkan lebih banyak utang untuk membayar pemegang obligasi, yang pada gilirannya meningkatkan pengeluaran bunga lebih lanjut. Menurut Congressional Budget Office (CBO), utang pemerintah federal diperkirakan akan meningkat dari US$ 26 triliun pada tahun 2023 menjadi US$ 48 triliun pada tahun 2034, lebih dari delapan kali lipat jumlah utang pada tahun 2008.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait