Market Hari Ini 28 Feb 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

AS dan Israel Bombardir Iran, Bagaimana Nasib IHSG Pekan Depan?

Serangan yang dilakukan AS dan zionis Israel menargetkan pemimpin tertinggi Iran yakni Ayatollah Ali Khamenei

AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Konflik di Timur Tengah ini dinilai akan berdampak negatif ke IHSG

Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com
Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com

Daftar Isi

  1. 01 BEI: Perdagangan Saham Ditutup Bervariasi, IHSG Merosot

KABARBURSA.COM - Amerika Serikat (AS) dan  Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Konflik di Timur Tengah ini dinilai akan berdampak negatif ke Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Mengutip Reuters, serangan yang dilakukan AS dan zionis Israel menargetkan pemimpin tertinggi Iran yakni Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian.

Namun melalui sumber yang mengetahui hal tersebut, Reuters melaporkan jika Khamenei tidak berada di Teheran dan telah dipindahkan ke lokasi yang aman.

Tak lama berselang, Iran melakukan serangan balik ke pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Garda Revolusi Iran mengatakan serangan pertama rudal dan drone balasan telah diluncurkan ke semua pangkalan AS.

Suara ledakan keras terdengar di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, produsen minyak utama dan sekutu dekat AS. Ledakan juga terdengar di Dubai. 

Pengamat pasar modal Wahyu Laksono mengatakan serangan yang dilakukan AS dan Israel ke Iran merupakan masalah serius dibanding konflik sebelumnya.

"Ini lebih serius dari konflik Iran Israel sebelumnya, melibatkan AS, dan banyak sekutu AS di Timur Tengah siap tempur melawan Iran," ujar dia kepada Kabarbursa.com, Sabtu, 28 Februari 2026.

Wahyu kemudian menyoroti dampak serangan tersebut. Menurutnya, konflik ini bisa berdampak negatif bagi pasar saham dunia, termasuk IHSG pada perdagangan pekan depan.

"Jika tidak ada resolusi atau de-eskalasi ,Senin, 2 Maret 2026, bisa parah. Wall Street, global stocks, juga termasuk IHSG," ungkapnya. (*)

BEI: Perdagangan Saham Ditutup Bervariasi, IHSG Merosot

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat data perdagangan saham selama satu pekan periode 23-27 Februari 2026 ditutup bervariasi.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan peningkatan tertinggi tercatat pada rata-rata nilai transaksi harian, yaitu sebesar 25,35 persen.

"Menjadi Rp29,52 triliun dari Rp23,89 triliun pada pekan sebelumnya," ujar dia dalam keterangannya, Sabtu, 28 Februari 2026.

Peningkatan turut dialami oleh rata-rata volume transaksi harian BEI pada pekan ini menjadi 51,02 miliar lembar saham atau naik 8,55 persen dari 47 miliarlembar saham pada pekan sebelumnya.

Namun, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan mengalami penurunan sebesar 0,44 persen sehingga ditutup pada level 8.235,485, dari posisi 8.271,767 pada pekan lalu.

"Kapitalisasi pasar BEI mengalami perubahan sebesar 1,03 persen menjadi triliun Rp14.787 dari Rp14.941 triliun pada pekan sebelumnya," terang Kautsar.

Sementara itu rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami perubahan sebesar 3,72 persen menjadi 2,95 juta kali transaksi dari 3,06 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Kautsar mengatakan investor asing pada Jumat, 27 Februari 2026, mencatatkan nilai jual bersih Rp694,22 miliar. Adapun sepanjang tahun 2026, kata Kautsar, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp9,51 triliun.  (*)

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait