Market Hari Ini 16 May 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

AS Mau Naikkan Bea Masuk Produk China, Dampaknya ke RI?

AS Mau Naikkan Bea Masuk Produk China, Dampaknya ke RI?
AS Mau Naikkan Bea Masuk Produk China, Dampaknya ke RI?

KABARBURSA.COM - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, berencana untuk menerapkan tarif dan pungutan tambahan pada barang-barang yang diimpor dari China ke AS.

Rencana ini mencakup tarif pada produk-produk strategis seperti kendaraan listrik, baterai, dan perlengkapan tenaga surya.

Respons terhadap rencana ini membuat pasar terkejut, dengan para pelaku pasar khawatir bahwa kenaikan tarif impor dari China oleh AS bisa menyebabkan perlambatan perdagangan global. Ini diungkapkan oleh Asian Development Bank (ADB) Indonesia.

Kepala Ekonom ADB Indonesia Arief Ramayandi menjelaskan, jika perdagangan global menurun akibat kebijakan AS, kemungkinan besar tidak begitu memengaruhi terhadap perdagangan RI.

“Ini baru pengumuman ya karena kita tidak tahu, tapi kemarin sempat shaking market [guncang pasar] karena ekspektasi dari orang-orang kalau memang betul apa yang disebutkan tarif impor dari China dinaikkan AS, maka perdagangan global bisa melambat,” kata Arief.

Namun, persoalannya adalah negara-negara yang berada di kawasan Indonesia memiliki keterkaitan rantai pasok produksi China. Sebab, banyak sekali barang yang dikirimkan China ke AS yang beberapa kompartemennya diproduksi pada negara di wilayah ini.

Selanjutnya, Arief juga menyoroti peranan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) yang perannya semakin melemah. Dalam kaitan itu, ia menilai jika WTO tidak dapat mendamaikan perang dagang dua negara tersebut, maka peranan organisasi internasional itu harus dipertanyakan.

“Kalau misal negara AS dan China mengalami hal itu dan tidak ada yang berani atau mencegahnya berarti peranan dari WTO akan turun lagi,” ucapnya.

Dengan begitu, Arief juga mewaspadai jika RI memiliki perselisihan perdagangan dengan negara lain, maka pihak mana yang akan membantu. Oleh karena itu, pada akhirnya kondisi tersebut bisa berpengaruh negatif ke perdagangan global.

“Ujung-ujungnya kondisi ini bisa berpengaruh negatif ke perdagangan global. Net ekspor di masa mendatang diperkirakan tidak terlalu baik,” tutup Arief.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait