Market Hari Ini 01 Mar 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Asing Berbalik Arah di INDY, Awal Wave Besar

Net foreign berbalik positif usai tiga hari distribusi, harga rebound 4,26 persen dan area 3.750–3.810 jadi resistance kunci menuju 4.000.

Asing kembali akumulasi INDY usai tiga hari net sell. Harga rebound ke 3.670, uji resistance 3.750–4.000 dalam skenario wave besar.

Meskipun sempat tertekan dan ratingnya diturunkan oleh lembaga pemeringkat Moody's, saham INDY mulai mendapat respons positif dari pasar. (Foto: Dok Indika Energy)
Meskipun sempat tertekan dan ratingnya diturunkan oleh lembaga pemeringkat Moody's, saham INDY mulai mendapat respons positif dari pasar. (Foto: Dok Indika Energy)

Daftar Isi

  1. 01 Analisis Teknikal INDY

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Indika Energy Tbk (INDY) dalam sepekan terakhir menunjukkan dinamika arus dana yang kontras. Setelah sempat mengalami tekanan jual asing berturut-turut, kini berbalik mencatatkan pembelian bersih. 

Perubahan arah tersebut terjadi bersamaan dengan rebound harga dan peningkatan volume transaksi, yang kemudian memunculkan fase baru dalam struktur teknikal jangka pendek saham energi ini.

Jika melihat dari historical data selama sepekan terakhir, 23-27 Februari 2026, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) ditutup menguat 4,26 persen ke level 3.670, setelah sempat bergerak dalam rentang 3.320 hingga 3.710. 

Kenaikan ini terjadi di tengah perubahan arah arus dana asing yang kembali mencatatkan pembelian bersih setelah tiga hari berturut-turut berada dalam tekanan jual.

Pada 23 Februari 2026 INDY mencatat net foreign buy sebesar Rp22,68 miliar dengan harga penutupan 3.750. Namun sehari setelahnya, 24 Februari, arus asing berbalik menjadi net sell Rp14,49 miliar ketika harga bergerak di kisaran 3.660 hingga 3.890 dan ditutup di 3.670. 

Tekanan berlanjut pada 25 Februari dengan net sell Rp6,56 miliar dan kembali meningkat pada 26 Februari menjadi Rp13,19 miliar saat harga terkoreksi tajam 4,86 persen ke level 3.520.

Pada 26 Februari tersebut, nilai transaksi mencapai Rp192,93 miliar dengan volume 551,82 ribu lot dan frekuensi 24,26 ribu kali, tertinggi dalam lima hari terakhir. Nilai F Sell tercatat Rp41,40 miliar, lebih besar dibandingkan F Buy Rp28,21 miliar. 

Harga bergerak dari pembukaan 3.720 hingga menyentuh level terendah 3.380 sebelum ditutup di 3.520, mencerminkan tekanan jual dominan dalam satu sesi.

Perubahan terjadi pada 27 Februari ketika harga dibuka di 3.430, sempat turun ke 3.320, lalu berbalik menguat hingga menyentuh 3.710 dan ditutup di 3.670. Pada hari yang sama, net foreign kembali positif Rp10,03 miliar dengan F Buy Rp22,11 miliar dan F Sell Rp12,09 miliar. 

Pergeseran dari distribusi menjadi akumulasi ini terjadi bersamaan dengan penutupan harga yang mendekati level tertinggi harian.

Analisis Teknikal INDY

Secara teknikal, MNC Sekuritas melihat pergerakan terakhir INDY mengindikasikan kelanjutan struktur impulsif yang teridentifikasi sebagai bagian dari wave [iii] dari wave 5. Selama harga bertahan di atas area 3.470–3.620 sebagai zona buy on weakness, ruang pengujian target 3.910 hingga 4.200 tetap terbuka. 

Batas pengendalian risiko berada di bawah 3.320, yang sekaligus menjadi level terendah intraday pada sesi terakhir.

Struktur harga menunjukkan bahwa area 3.320–3.380 berfungsi sebagai penyangga jangka pendek setelah diuji dalam dua sesi beruntun. Dengan perubahan arah arus asing dan penutupan harga di dekat high harian, fokus pergerakan selanjutnya tertuju pada pengujian kembali area 3.750 hingga 3.810 sebagai resistance terdekat sebelum menuju level psikologis 4.000.

Kombinasi pembalikan net foreign, lonjakan volume pada fase koreksi sebelumnya, serta konfirmasi teknikal pada fase penguatan menempatkan INDY dalam fase pengujian lanjutan terhadap resistance jangka pendek. 

Respons harga di atas zona 3.620 menjadi penentu kelanjutan struktur kenaikan dalam skenario wave yang lebih besar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait