Market Hari Ini 14 Jun 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Asing Borong HMSP Rp11,19 Miliar Jelang Dividen, Berpeluang ke 670?

HMSP mulai menunjukkan tanda pemulihan dengan asing mencatat net buy Rp11,19 miliar dan harga kembali ke 605. Apakah momentum ini cukup kuat membawa saham menuju 650-670 pasca dividen?

HMSP menguat ke 605 dengan net buy asing Rp11,19 miliar. Simak analisis teknikal, potensi kenaikan ke 670, dan strategi jelang pembayaran dividen.

HMSP sempat mengalami tekanan, harga turun dari level 690 hingga menyentuh area 600. (Foto: dok HMSP)
HMSP sempat mengalami tekanan, harga turun dari level 690 hingga menyentuh area 600. (Foto: dok HMSP)

Daftar Isi

  1. 01 Bertahan di Area Psikologis, Zona Trading Buy
  2. 02 Dividen Rp56,3 per Saham
  3. 03 Risiko yang Perlu Diperhatikan

KABARBURSA.COM – Jelang pembagian dividen tahun buku 2025, saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) membuat catatan menarik. Pelaku pasar, baik domestik maupun asing, mulai kembali mengoleksi saham ini.

Pada perdagangan 12 Juni 2026, HMSP ditutup menguat 1,68 persen ke level 605. Angka tersebut bukan sekadar kenaikan tipis, melainkan disertai nilai transaksi yang mencapai Rp19,65 miliar dengan volume 326,21 ribu lot. 

Tidak hanya domestik, investor asing membukukan net buy sebesar Rp11,19 miliar. Ini adalah arus dana asing terbesar dalam dua pekan terakhir.

Jika melihat histori perdagangan, pola tersebut cukup berbeda dibanding beberapa hari sebelumnya. Pada 11 Juni, misalnya, asing masih melakukan pembelian bersih sebesar Rp4,88 miliar. Sementara pada 10 Juni, justru terjadi net sell hampir Rp977 juta. Dalam dua hari terakhir itu terjadi perubahan sentimen yang cukup signifikan.

Sejak awal Juni sebenarnya HMSP sempat mengalami tekanan cukup dalam. Harga turun dari level 690 hingga menyentuh area 600. Koreksi tersebut membuat sebagian investor memilih menunggu di pinggir lapangan.

Bertahan di Area Psikologis, Zona Trading Buy

Kini mulai berubah. Secara teknikal, HMSP berhasil mempertahankan area psikologis 600, bahkan kembali ditutup di 605. Volume pembelian juga meningkat, artinya mulai ada akumulasi yang memanfaatkan harga murah setelah koreksi.

Analisis teknikal menunjukkan selama HMSP mampu bertahan di atas level 580 sebagai area stoploss, saham ini masih berada pada fase awal pembentukan wave (iv) dari wave [c]. Fase ini biasanya identik dengan proses rebound sebelum mencoba menguji area resistance berikutnya.

Karena itu, area 590-600 masih menjadi zona trading buy yang cukup menarik bagi investor jangka pendek maupun swing trader.

Target pertama berada di 650, sedangkan target lanjutan berada di 670. Dari harga penutupan 605, potensi kenaikan menuju 650 mencapai sekitar 7,4 persen. Sementara, menuju 670 memberikan peluang keuntungan sekitar 10,7 persen.

Dividen Rp56,3 per Saham

HMSP memang akan membagikan dividen tunai sebesar Rp56,3 per saham atau setara dengan total Rp6,55 triliun. Nilai tersebut merepresentasikan sekitar 99 persen laba bersih tahun buku 2025.

Pembayaran dividen dijadwalkan pada 19 Juni 2026, sementara cum dividen di pasar reguler telah berlangsung pada 26 Mei 2026.

Normalnya, setelah cum dividen sebuah saham akan mengalami dividend adjustment atau penyesuaian harga. Namun dalam praktiknya, saham dengan fundamental yang stabil dan memiliki yield menarik sering kali mampu kembali pulih apabila muncul minat beli baru dari investor.

Fenomena inilah yang mulai terlihat pada HMSP.

Masuknya dana asing sebesar Rp11,19 miliar menjadi indikasi bahwa investor institusi mulai melihat valuasi HMSP kembali menarik setelah mengalami koreksi cukup panjang. Apalagi, sektor consumer staples dikenal sebagai sektor defensif yang biasanya lebih tahan menghadapi volatilitas pasar.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan beberapa risiko.

Pertama, area 620-630 masih menjadi resistance jangka pendek yang harus ditembus sebelum harga memiliki ruang menuju target 650 dan 670.

Kedua, apabila harga kembali turun dan menembus level 580, maka skenario rebound berpotensi gagal dan tekanan jual dapat kembali mendominasi.

Karena itu, strategi disiplin menjadi kunci. Bagi trader yang belum memiliki posisi, akumulasi bertahap di kisaran 590-600 masih cukup menarik dengan batas risiko di bawah 580.

Sementara bagi investor yang sudah memiliki saham HMSP di harga lebih rendah, strategi yang lebih bijak adalah melakukan hold sambil memanfaatkan momentum rebound. Sebagian keuntungan dapat direalisasikan apabila harga berhasil mencapai area 650.

Sisanya, dapat dipertahankan apabila volume transaksi dan arus dana asing terus menunjukkan peningkatan.

Kesimpulannya, HMSP mulai memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan setelah periode koreksi pasca cum dividen. Masuknya dana asing Rp11,19 miliar, kenaikan harga yang didukung volume pembelian, serta struktur teknikal yang masih menjaga level 580 memberikan peluang bagi saham ini untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.

Selama level tersebut tetap bertahan, peluang menuju 650 hingga 670 masih terbuka. Namun seperti biasa di pasar modal, disiplin terhadap target keuntungan dan batas kerugian tetap menjadi strategi terbaik agar investor tidak terjebak dalam perubahan sentimen yang bisa terjadi kapan saja.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait