Market Hari Ini 08 Jun 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Asing Buang Saham Korea Miliaran Dolar, Ternyata ini Biang Keroknya

Raksasa investor asing ramai-ramai mencetak nilai jual bersih gila-gilaan di bursa Korea Selatan.

Investor asing tarik miliaran dolar dari bursa saham Korea Selatan. Simak alasan mengejutkan di balik aksi jual bersih di tengah cemerlangnya indeks Kospi.

Ilustrasi: Layar yang menampilkan beberapa indeks saham dunia. (Foto: Open Grid Scheduler/Grid Engine)
Ilustrasi: Layar yang menampilkan beberapa indeks saham dunia. (Foto: Open Grid Scheduler/Grid Engine)

Daftar Isi

  1. 01 Tekanan Struktural terhadap Bursa Korea?

KABARBURSA.COM – Investor asing telah membuang saham Korea Selatan senilai miliaran dolar pada tahun ini, meskipun indeks Kospi muncul sebagai salah satu pencetak kinerja paling menonjol di dunia sejauh ini.

Dilansir CNBC, pada hari Senin, 8 Juni 2026 investor luar negeri telah melepas kepemilikan saham yang tercatat di Kospi dengan nilai jual bersih (net sell) mencapai 1,24 triliun won (sekitar USD801 juta) pada pukul 11 siang waktu Singapura (23.00 ET Minggu), menurut data dari Korea Exchange.

"Investor asing terus melakukan aksi jual di pasar Kospi, didorong oleh aliran dana keluar (outflows) pada sektor Teknologi dan Otomotif Kospi," tulis para analis Goldman Sachs dalam sebuah catatan tertanggal Jumat, 5 Juni 2026.

Indeks Kospi turun lebih dari 8 persen pada saat pembukaan.

Namun, banyak investor dan ahli strategi mengatakan bahwa aksi jual asing tersebut tidak terlalu berkaitan dengan fundamental yang memburuk, melainkan lebih berkaitan dengan kesuksesan pasar itu sendiri.

"Ini pada dasarnya adalah aksi jual paksa (forced selling) yang kami lihat dari para investor dan klien kami," kata Chetan Seth, ahli strategi ekuitas Asia-Pasifik di Nomura.

Seiring dengan melonjaknya saham-saham Korea, pembobotan mereka dalam tolok ukur (benchmarks) pasar global dan pasar berkembang (emerging-market) telah meningkat tajam. 

Hal tersebut memaksa banyak manajer investasi aktif untuk memangkas posisi mereka guna tetap berada dalam batas portofolio dan risiko, ungkap para investor kepada CNBC.

Tekanan jual telah terlihat jelas selama berbulan-bulan. Goldman Sachs memperkirakan aliran dana keluar asing bersih dari Kospi telah mencapai sekitar USD62 miliar pada akhir bulan Mei.

Tekanan Struktural terhadap Bursa Korea?

Fenomena ini mencerminkan apa yang terjadi di India dalam beberapa tahun terakhir, menurut Nomura, di mana lonjakan partisipasi pasar ritel domestik semakin menyingkirkan investor asing.

"Saya rasa dinamika yang sama mungkin akan terjadi juga di Korea," tambah Seth, seraya mencatat bahwa investor asing mungkin akan menunggu titik masuk (entry points) yang lebih baik setelah terjadinya koreksi (pullback).

Nick Wilcox, kepala ekuitas Asia di Man Group, sependapat dengan pandangan tersebut. Ia mencatat bahwa pendakian cepat pasar Korea dalam indeks pasar berkembang telah menciptakan tekanan struktural bagi para investor internasional(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait