Market Hari Ini 08 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Asing Gencar Jual, ENRG Justru Siapkan Rights Issue

ENRG masih memfinalisasi struktur rights issue IV di tengah pergerakan saham yang sangat volatil. Asing sempat agresif masuk sebelum kembali melepas saham dalam jumlah besar.

ENRG masih memfinalisasi rights issue IV di tengah pergerakan saham yang volatil. Asing sempat masuk Rp35 miliar lalu berbalik jual besar.

Belum ada jadwal pasti pelaksanaan right issue ENRG. Hanya saja, asing sedang gencar menjual saham energi ini. (Foto: dok ENRG)
Belum ada jadwal pasti pelaksanaan right issue ENRG. Hanya saja, asing sedang gencar menjual saham energi ini. (Foto: dok ENRG)

Daftar Isi

  1. 01 Sekali Dikoleksi Asing, Selanjutnya Dijual

KABARBURSA.COM – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) segera melakukan aksi baru. Saat ini, Perseroan sedang memastikan finalisasi struktur Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue.

Namun hingga saat ini, pasar masih belum mendapatkan gambaran utuh mengenai aksi tersebut. Sejauh ini Perseroan belum membeberkan rasio rights issue, harga pelaksanaan, hingga potensi dana yang akan dihimpun dari penerbitan saham baru tersebut.

Dalam surat tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen ENRG menyebut seluruh rincian akan disampaikan setelah penyampaian Pernyataan Pendaftaran ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Meski detailnya masih ditutup rapat, mulai ada petunjuk bahwa pembeli siaga dari kelompok pengendali. Artinya, aksi korporasi ini kemungkinan akan tetap mendapat dukungan internal untuk memastikan pelaksanaannya berjalan penuh.

Perseroan juga memastikan tidak terdapat pembatasan atau negative covenant dari perjanjian kredit yang bisa menghambat rights issue. Selain itu, posisi free float ENRG disebut masih aman dengan porsi, yaitu sekitar 44,21 persen dari total saham tercatat.

Sekali Dikoleksi Asing, Selanjutnya Dijual

Namun di tengah cerita rights issue tersebut, pergerakan saham ENRG justru berubah sangat liar dalam sepekan terakhir.

Pada 4 Mei 2026, saham ENRG masih bergerak stabil di level 1.710 dengan net foreign sell tipis sekitar Rp739 juta. Sehari setelahnya, saham mulai bergerak naik ke 1.750 dan asing berbalik masuk dengan net buy sekitar Rp7,17 miliar.

Puncak euforia terjadi pada perdagangan 6 Mei 2026.

Saham ENRG melonjak 5,14 persen ke level 1.840 dengan nilai transaksi sangat besar mencapai Rp287,82 miliar. Volume perdagangan bahkan menembus 1,57 juta lot dengan frekuensi lebih dari 29 ribu kali transaksi.

Yang paling menarik, asing masuk sangat agresif pada hari itu. Foreign buy mencapai Rp66,53 miliar sementara foreign sell sekitar Rp30,75 miliar. Artinya, ENRG mencatat net foreign buy sekitar Rp35,78 miliar hanya dalam satu hari perdagangan.

Arus dana asing tersebut membuat pasar mulai berspekulasi bahwa rights issue ENRG mendapat respons positif dari sebagian pelaku pasar. Kenaikan harga yang disertai lonjakan transaksi dan foreign buy besar menjadi kombinasi yang cukup kuat pada saat itu.

Namun euforia tersebut ternyata tidak bertahan lama.

Pada 7 Mei 2026, arah pergerakan langsung berbalik tajam. Saham ENRG turun 2,99 persen ke level 1.785 dan asing justru melepas saham dalam jumlah besar.

Foreign sell melonjak hingga Rp50,53 miliar sementara foreign buy turun ke Rp12,69 miliar. Akibatnya, ENRG mencatat net foreign sell sekitar Rp37,84 miliar.

Tekanan tersebut berlanjut pada perdagangan 8 Mei 2026 ketika saham kembali turun 4,76 persen ke level 1.700. Harga bahkan sempat menyentuh area bawah 1.690 sebelum akhirnya ditutup di level psikologis 1.700.

Pergerakan ini membuat ENRG berubah menjadi saham dengan volatilitas sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir. Pasar terlihat bergerak cepat antara fase spekulasi rights issue dan aksi ambil untung jangka pendek.

Yang menarik, pola tersebut memperlihatkan dua fase berbeda. Pertama terjadi ketika pasar mulai merespons rights issue sebagai katalis positif. Asing masuk besar dan mendorong harga naik cepat menuju area 1.840.

Namun fase kedua mulai muncul ketika harga sudah bergerak terlalu cepat dalam waktu singkat. Asing langsung berbalik melakukan distribusi besar yang akhirnya menekan saham kembali turun ke area 1.700.

Artinya, asing sejauh ini belum benar-benar membangun akumulasi jangka panjang di ENRG. Pergerakannya masih cenderung oportunistik dan sangat sensitif terhadap momentum perdagangan jangka pendek.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait