Market Hari Ini 03 Jun 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Asing Jual Rp350 Miliar Saham Grup Prajogo, BREN Malah Beda Arah

TPIA, CUAN, BRPT hingga PTRO kompak terkoreksi tajam saat IHSG ambles hampir lima persen pada sesi pertama perdagangan.

Mayoritas saham Prajogo Pangestu anjlok di tengah tekanan jual asing dan koreksi tajam IHSG pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026.

Pergerakan saham-saham grup Prajogo Pangestu di tengah tekanan jual asing dan koreksi tajam IHSG. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)
Pergerakan saham-saham grup Prajogo Pangestu di tengah tekanan jual asing dan koreksi tajam IHSG. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Kelompok saham milik konglomerat Prajogo Pangestu kompak mengalami tekanan pada perdagangan sesi I Rabu, 3 Juni 2026. Mayoritas saham grup Barito dan Petrindo bergerak melemah tajam di tengah derasnya aksi jual asing dan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Merujuk data yang dihimpun Kabarbursa.com, IHSG pada sesi pertama anjlok 305,94 poin atau 4,94 persen ke level 5.889,48. Tekanan pasar terjadi bersamaan dengan aksi jual investor asing yang membukukan net foreign sell sebesar Rp525,37 miliar di seluruh pasar.

Di antara saham-saham Prajogo, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi salah satu yang paling aktif diperdagangkan sekaligus paling banyak dilepas investor asing. Saham TPIA turun 13,42 persen ke level Rp1.645.

Nilai transaksi TPIA mencapai Rp1,89 triliun dengan volume perdagangan sekitar 1,09 miliar saham. Investor asing tercatat melakukan net foreign sell sebesar Rp257,53 miliar pada saham petrokimia tersebut.

Tekanan juga terjadi pada PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Saham CUAN jatuh 12,10 persen ke level Rp690 dengan nilai transaksi mencapai Rp772,49 miliar.

Sementara itu, PT Petrosea Tbk (PTRO) menjadi saham dengan pelemahan terdalam di kelompok Prajogo setelah ambles 15 persen ke level Rp4.080. Nilai transaksi saham PTRO mencapai Rp388,36 miliar.

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ikut terkoreksi 13,47 persen ke posisi Rp1.670. Saham holding energi dan petrokimia tersebut mencatat transaksi Rp468,97 miliar sepanjang sesi pertama.

Tekanan juga menjalar ke PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang turun 13,79 persen ke level Rp750 dengan nilai transaksi sekitar Rp62,10 miliar.

Di tengah pelemahan mayoritas saham grup Prajogo, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) justru menunjukkan pola berbeda dari sisi aliran dana asing.

Meski saham BREN turun 5,83 persen ke level Rp3.880, investor asing masih mencatat pembelian bersih (net foreign buy) sebesar Rp43,21 miliar. Nilai transaksi saham energi terbarukan tersebut mencapai Rp262,95 miliar.

Data perdagangan Stockbit Sekuritas menunjukkan tekanan jual asing terbesar pada sesi pertama terjadi di saham-saham berkapitalisasi besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), TPIA, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Selain TPIA dan CUAN, saham Prajogo lain yang masuk daftar top net foreign sell adalah PTRO dengan penjualan bersih asing Rp36,24 miliar.

Secara akumulatif, investor asing tercatat melepas saham-saham grup Prajogo Pangestu senilai sekitar Rp350,9 miliar pada sesi pertama perdagangan, dengan tekanan terbesar terjadi di TPIA, CUAN, dan PTRO.

Sementara itu, pada daftar top net foreign buy, BREN menjadi satu-satunya saham grup Prajogo yang masih mencatat akumulasi asing cukup besar di tengah koreksi pasar.

Pergerakan saham-saham Prajogo kali ini juga menjadi salah satu sorotan pasar karena sebelumnya kelompok saham tersebut beberapa kali menjadi penopang utama pergerakan IHSG.

Namun pada perdagangan kali ini, pelemahan saham-saham grup Barito dan Petrindo justru ikut memperdalam tekanan indeks. Hal itu terlihat dari besarnya nilai transaksi saham-saham Prajogo yang mendominasi perdagangan sesi pertama.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait