Market Hari Ini 29 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Asing Kabur Nyaris Rp1 Triliun dari BREN, Analis Sebut Masuk di Harga ini

BREN masih dibayangi tekanan jual asing sepanjang Mei 2026. Namun MNC Sekuritas justru melihat peluang wave penguatan baru dengan strategi buy on weakness.

Dana asing tercatat keluar hampir Rp1 triliun dari BREN sepanjang Mei 2026. Simak strategi buy on weakness dan target harga versi MNC Sekuritas.

Dana asing lepas dari genggaman BREN, namun analis masih melihat peluang masuk dan merekomendasikan strategi buy on weakness. (Foto: Barito Group)
Dana asing lepas dari genggaman BREN, namun analis masih melihat peluang masuk dan merekomendasikan strategi buy on weakness. (Foto: Barito Group)

Daftar Isi

  1. 01 Buy on Weakness?

KABARBURSA.COM – Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melesat 10,92 persen ke level 2.640 pada perdagangan 26 Mei 2026. Lonjakan tersebut muncul bersamaan dengan nilai transaksi jumbo mencapai Rp536,47 miliar dan volume perdagangan yang menembus 2,12 juta lot.

Meski sempat menghijau agresif, data pergerakan dana asing sepanjang Mei 2026 justru menunjukkan tekanan keluar yang masih sangat besar. Berdasarkan data historis perdagangan, total net foreign sell BREN sepanjang Mei mencapai sekitar Rp993,67 miliar.

Tekanan jual asing itu terjadi hampir di seluruh sesi perdagangan selama Mei. Bahkan pada 26 Mei 2026, ketika harga saham BREN melonjak lebih dari 10 persen, investor asing masih tercatat melakukan jual bersih Rp191,65 miliar.

Sebelumnya, tekanan distribusi asing terbesar juga muncul pada 18 Mei 2026 dengan nilai net sell mencapai Rp152,53 miliar. Kemudian disusul 22 Mei sebesar Rp151,75 miliar dan 19 Mei sekitar Rp115,04 miliar.

Pergerakan tersebut membuat saham BREN sempat longsor cukup dalam dari area 4.820 pada awal Mei hingga menyentuh level 2.380 sebelum akhirnya memantul. Dalam kurun kurang dari satu bulan, koreksi saham BREN sempat mencapai lebih dari 45 persen dari puncaknya.

Buy on Weakness?

Namun di tengah tekanan asing tersebut, MNC Sekuritas justru melihat peluang teknikal mulai terbentuk. Dalam riset teknikalnya, MNC Sekuritas menyebut posisi BREN saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (5) dari wave [C].

Artinya, secara struktur teknikal, penguatan yang terjadi saat ini masih berpotensi berlanjut selama area support penting tetap terjaga. MNC Sekuritas pun memberikan strategi buy on weakness untuk BREN di area 1.860 hingga 2.250.

Sementara itu, target penguatan jangka menengah dipatok di area 3.120 hingga 3.880. Adapun batas pengamanan risiko atau stoploss berada di bawah level 1.820.

Dari sisi perdagangan, lonjakan harga pada 29 Mei 2026 juga terpantau cukup agresif. BREN bahkan menyentuh auto rejection atas (ARA) setelah melonjak 25 persen ke level 3.300 dengan nilai transaksi mencapai Rp870,63 miliar.

Kondisi tersebut memperlihatkan volatilitas saham BREN masih sangat tinggi. Di satu sisi asing masih mencatat distribusi besar sepanjang Mei, tetapi di sisi lain tekanan beli domestik mulai muncul saat harga turun tajam ke area bawah.

Secara teknikal, area 2.300 hingga 2.600 kini menjadi zona penting yang mulai dipantau pelaku pasar untuk melihat apakah rebound BREN mampu bertahan atau hanya sekadar technical rebound jangka pendek.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait