Market Hari Ini 01 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Asing Masuk Nyaris Rp1 Triliun, PTBA Cetak Laba Jumbo 1Q26

Efisiensi jadi kunci lonjakan laba kuartal I 2026, tapi pergerakan saham mulai tak sejalan di tengah aksi beli asing.

Laba PTBA naik 105 persen di Q1 2026 meski produksi turun. Saham sempat naik lalu terkoreksi, asing masih net buy.

Laba bersih PTBA naik105 persen di kuartal 1 2026. Hal ini sejalan dengan pergerakan kinerja saham, di mana asing melakukan aksi borong hingga totalnya nyaris mencapai Rp1 triliun. (Foto: dok Bukit Asam)
Laba bersih PTBA naik105 persen di kuartal 1 2026. Hal ini sejalan dengan pergerakan kinerja saham, di mana asing melakukan aksi borong hingga totalnya nyaris mencapai Rp1 triliun. (Foto: dok Bukit Asam)

Daftar Isi

  1. 01 Penopang Kenaikan Laba
  2. 02 Saham Bergerak Fluktuatif

KABARBURSA.COM – Arus dana asing terus mengalir deras ke saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sepanjang awal 2026. Nilainya mendekati Rp1 triliun hanya dalam empat bulan pertama. Di saat yang sama, perusahaan membuka tahun dengan lonjakan laba yang signifikan pada kuartal I 2026.

Mengutip data perdagangan Stockbit, Kamis, 30 April 2026, net foreign buy PTBA mencapai sekitar Rp107,25 miliar pada Januari. Sebulan kemudian, asing masih melakukan aksi beli meskipun dengan nilai yang lebih rendah, yaitu Rp62,87.

Aktivitas beli asing terlihat melonjak tajam pada Maret 2026, menjadi Rp718,71 miliar. Dan, tren ini berlanjut di April dengan tambahan Rp102,81 miliar. Jika diakumulasi, total dana asing yang masuk ke PTBA mencapai Rp991,64 miliar.

Sejalan dengan masuknya dana tersebut, PTBA mencatatkan laba bersih sebesar Rp801,79 miliar, pada kuartal I 2026. Angka tersebut naik 105 persen dibandingkan Rp391,47 miliar pada periode yang sama tahun lalu. 

Namun sayang, kondisi operasional tidak sepenuhnya mendukung. Volume produksi tercatat hanya 6,62 juta ton, turun 22 persen secara tahunan dari 8,44 juta ton. Namun penurunan ini tidak sepenuhnya tercermin pada penjualan yang hanya turun tipis 1 persen menjadi 10,16 juta ton.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail, menyebut bahwa curah hujan yang tinggi di awal tahun menjadi faktor utama yang menekan produksi. “Walau begitu, perseroan membukukan pertumbuhan laba secara tahunan yang solid,” kata Arsal dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 30 April 2026.

Penopang Kenaikan Laba

Kenaikan laba diketahui lebih banyak ditopang oleh perbaikan struktur biaya dibanding ekspansi volume. Harga jual rata-rata (average selling price/ASP) hanya naik sekitar 1 persen secara tahunan. Meskipun demikian, jumlahnya tetap mampu menjaga margin ketika dikombinasikan dengan efisiensi operasional.

EBITDA PTBA tercatat sebesar Rp1,55 triliun, dengan margin 16 persen. Sementara margin laba bersih berada di kisaran 8 persen. Di sini, PTBA mencoba untuk menjaga profitabilitas tetap terjaga meskipun tekanan produksi cukup dalam terjadi di awal tahun.

Dari sisi neraca, struktur keuangan menunjukkan perbaikan. Total aset tercatat Rp43,22 triliun, hanya turun tipis 2 persen. Sementara, liabilitas turun lebih dalam sebesar 8 persen, menjadi Rp19,55 triliun. Di sisi lain, ekuitas meningkat 5 persen, menjadi Rp23,67 triliun.

Tidak berhenti sampai di situ, manajemen juga merealisasikan belanja modal sekitar 13 persen dari target tahunan Rp470 miliar. Artinya, aktivitas investasi tetap berjalan dengan ritme yang lebih terukur pada awal tahun.

Saham Bergerak Fluktuatif

Jika dilihat dari pergerakan sahamnya, dinamika yang berbeda tampak jelas. Pada Januari hingga Maret 2026, harga saham naik dari Rp2.480 ke Rp3.180, sejalan dengan derasnya arus dana asing. Namun pada April, saham justru terkoreksi ke Rp2.870 atau turun sekitar 9,75 persen dalam satu bulan.

Menariknya, koreksi harga ini tidak diikuti arus keluar dana asing. Investor asing tetap mencatatkan posisi beli bersih sepanjang April, sehingga akumulasi net buy tetap terjaga di tengah penurunan harga.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sepanjang empat bulan pertama 2026, pergerakan saham PTBA tidak sepenuhnya sejalan dengan arus dana asing yang masih berada di sisi beli. Sementara itu, kinerja keuangan kuartal I 2026 mencerminkan kombinasi antara tekanan operasional dan upaya efisiensi yang menjaga pertumbuhan laba.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait