Market Hari Ini 29 Apr 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Asing Mulai Masuk, JAST Justru Catat Rugi Rp1,09 Miliar

Pendapatan dan arus kas tumbuh, namun beban ekspansi dan proyek baru menekan laba saat saham mulai stabil dan asing kembali masuk terbatas.

Kinerja JAST Q1 2026: pendapatan naik 49 persen tapi rugi Rp1,09 miliar. Saham stabil, asing mulai masuk kembali.

Saham JAST bergerak stabil, asing mulai masuk setelah tekanan panjang. Namun, catatan rugi bersihnya berada di Rp1,09 miliar. (Foto: dok Jasnita Telekomindo)
Saham JAST bergerak stabil, asing mulai masuk setelah tekanan panjang. Namun, catatan rugi bersihnya berada di Rp1,09 miliar. (Foto: dok Jasnita Telekomindo)

Daftar Isi

  1. 01 Kas Bergerak Positif

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) mulai menunjukkan perubahan arah dalam beberapa bulan terakhir. Setelah sempat mengalami tekanan, aliran dana asing perlahan kembali masuk, meski dalam skala yang masih terbatas.

Data menunjukkan, pada Januari 2026 asing mencatat net sell Rp3,18 miliar, berlanjut pada Februari sebesar Rp1,26 miliar. Namun tren itu mulai berbalik pada Maret dengan net buy Rp2,25 miliar, dan berlanjut pada April dengan net buy Rp119,81 juta.

Perubahan arah ini terjadi di tengah pergerakan harga saham yang cenderung stabil. JAST berada di level Rp100 pada April 2026, naik tipis 1,01 persen dari Rp99 pada Maret, setelah sebelumnya turun dari Rp108 pada Januari dan Rp105 pada Februari.

Di sisi lain, laporan keuangan kuartal I-2026 justru memperlihatkan kondisi yang berbeda. JAST mencatatkan rugi bersih Rp1,09 miliar, berbalik dari laba Rp1,25 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Tekanan pada laba ini terjadi meskipun pendapatan tumbuh cukup tinggi. Perseroan membukukan pendapatan Rp57,90 miliar, naik 49 persen dibandingkan Rp38,91 miliar pada kuartal I-2025.

Kenaikan tersebut turut mendorong laba kotor menjadi Rp14,14 miliar, meningkat 9,7 persen dari Rp12,89 miliar. Namun, peningkatan beban usaha dan beban keuangan membuat pertumbuhan tersebut tidak berlanjut ke level laba bersih.

Manajemen menyebutkan, beban penyusutan dari investasi infrastruktur dan teknologi menjadi salah satu faktor utama. Selain itu, beberapa kontrak baru masih dalam tahap implementasi sehingga pengakuan pendapatan belum optimal.

Kas Bergerak Positif

Dari sisi kas, aktivitas operasional menunjukkan perbaikan. Arus kas operasi tercatat positif Rp434,05 juta, berbalik dari posisi negatif Rp131,50 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan ini sejalan dengan penerimaan kas dari pelanggan yang naik 74 persen menjadi Rp50,26 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas bisnis mulai menghasilkan arus kas, meskipun belum sepenuhnya tercermin pada laba.

Di sisi operasional, JAST juga memperluas basis kontraknya. Perseroan mendapatkan sejumlah proyek layanan contact center dan omnichannel dari berbagai institusi, termasuk BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, ESDM, hingga Baznas.

Sebagian kontrak tersebut masih berada dalam tahap awal implementasi. Hal ini membuat kontribusinya terhadap pendapatan belum sepenuhnya tercatat dalam laporan keuangan periode berjalan.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan saham dan kinerja keuangan JAST berjalan dalam dua arah yang berbeda. Di satu sisi, aliran dana asing mulai kembali masuk dan harga saham menunjukkan stabilisasi.

Di sisi lain, laporan keuangan masih mencerminkan tekanan dari fase ekspansi dan pengembangan bisnis. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan dan arus kas mulai terbentuk, sementara profitabilitas masih berada dalam tahap penyesuaian.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait