Market Hari Ini 05 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Asing Net Sell 2,8 Miliar Saham di Sesi Siang: Akumulasi KOTA 376 Juta

Aliran dana asing terbelah, akumulasi besar di KOTA berlawanan dengan distribusi masif di GOTO.

Asing net sell 2,87 miliar saham. KOTA diborong 376 juta, GOTO dilepas 3,27 miliar. Simak peta aliran dana dan teknikalnya.

DMS Propertindo mencatatkan net buy sebanyak 376,96 juta saham. Sementara GOTO justru mencatatkan net sell mencapai 3,27 miliar saham. (Foto: dok KabarBursa)
DMS Propertindo mencatatkan net buy sebanyak 376,96 juta saham. Sementara GOTO justru mencatatkan net sell mencapai 3,27 miliar saham. (Foto: dok KabarBursa)

Daftar Isi

  1. 01 Analisis Teknikal KOTA

KABARBURSA.COM – Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan Selasa, 5 Mei 2026, dengan kenaikan hingga 57 poin, namun asing mencatatkan net sell hingga 2,8 miliar.

Secara total, volume beli tercatat 3,55 miliar saham, sementara volume jual mencapai 6,43 miliar saham.

Meski secara agregat asing masih mencatatkan tekanan jual, sejumlah saham justru menjadi titik akumulasi yang cukup agresif. KOTA menempati posisi teratas sebagai saham yang paling banyak diborong asing dengan net buy 376,96 juta saham.

Di bawahnya, BRPT mencatat net buy 84,25 juta saham dan BBRI sebesar 82,95 juta saham. Pola ini menunjukkan bahwa akumulasi asing terfokus pada saham-saham tertentu meski secara keseluruhan arus dana masih keluar dari pasar.

Sebaliknya, tekanan jual asing terkonsentrasi pada beberapa nama besar. GOTO menjadi yang paling dominan dilepas dengan net sell mencapai 3,27 miliar saham, diikuti BNBR sebesar 90,27 juta saham dan PACK sebesar 66,01 juta saham.

Analisis Teknikal KOTA

Fokus utama pasar kemudian tertuju pada KOTA sebagai saham dengan akumulasi asing terbesar. Dari sisi teknikal, indikator menunjukkan dominasi sinyal beli yang cukup kuat dalam jangka pendek.

Rangkuman indikator teknikal berada pada level sangat beli, dengan komposisi 7 indikator menunjukkan beli, tanpa sinyal jual. RSI berada di level 76,41 yang masuk kategori overbought, sementara stochastic dan MACD tetap berada dalam area beli.

Indikator lain seperti CCI di level 101 dan ADX di atas 74 menunjukkan kekuatan tren yang masih terjaga. Di saat yang sama, ATR mencerminkan volatilitas yang relatif tinggi dalam pergerakan harga.

Konfirmasi juga terlihat dari indikator tren. Seluruh moving average, mulai dari MA5 hingga MA200, berada dalam posisi beli baik secara sederhana maupun eksponensial, menunjukkan struktur tren yang masih mengarah ke atas.

Dari sisi level teknikal, area pivot berada di kisaran 140. Sementara resistance terdekat berada di rentang 147 hingga 166, dengan support di area 128 hingga 109 berdasarkan beberapa metode perhitungan.

PT. DMS Propertindo Tbk (KOTA) sendiri berdiri pada tanggal 7 Januari 2011. Merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan properti, perhotelan dan jasa manajemen hotel baik secara langsung maupun tidak langsung melalui anak usahanya. 

Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2014. Adapun properti dan perhotelan yang dikembangkan diantaranya Accolla Park Serpong dan Accola Residence (Tangerang), Accola Garden Samarinda (Kalimantan), Hotel Zest (Yogyakarta), Hotel Fabu (Bandung).(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait