Asing Net Sell Rp1,24 Triliun, Mayoritas Sektor Saham Menguat di Tengah Konflik Iran–AS

Investor asing mencatat penjualan bersih di pasar saham Indonesia, namun sebagian besar sektor di Bursa Efek Indonesia tetap bergerak menguat di tengah sentimen geopolitik global.

Investor asing mencatat net sell Rp1,24 triliun di pasar saham Indonesia. Meski begitu mayoritas sektor saham BEI tetap menguat.

Investor asing mencatat net sell Rp1,24 triliun di pasar saham Indonesia. Meski begitu mayoritas sektor saham BEI tetap menguat di tengah konflik Iran dan AS. Foto: Dok. KabarBursa
Investor asing mencatat net sell Rp1,24 triliun di pasar saham Indonesia. Meski begitu mayoritas sektor saham BEI tetap menguat di tengah konflik Iran dan AS. Foto: Dok. KabarBursa

Daftar Isi

  1. 01 Sektor Basic Industry Pimpin Penguatan

KABARBURSA.COM — Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih atau net foreign sell sekitar Rp1,24 triliun di seluruh pasar saham Indonesia hingga Selasa siang, 10 Maret 2026. Meski dana asing keluar dari pasar, mayoritas sektor saham di Bursa Efek Indonesia justru masih bergerak di zona hijau.

Berdasarkan pantauan data perdagangan di platform Stockbit, nilai pembelian saham oleh investor asing mencapai sekitar Rp2,62 triliun. Sementara nilai penjualan tercatat lebih besar yakni sekitar Rp3,86 triliun. Selisih transaksi tersebut membuat investor asing mencatatkan net sell sekitar Rp1,24 triliun di seluruh pasar.

Sementara itu, komposisi aktivitas perdagangan masih didominasi investor domestik. Porsi transaksi domestik tercatat sekitar 69,40 persen, sedangkan investor asing berkontribusi sekitar 30,60 persen dari total aktivitas perdagangan.

Tekanan jual dari investor asing terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat memanasnya konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran di kawasan Timur Tengah. Ketegangan geopolitik tersebut memicu kekhawatiran pasar global terhadap stabilitas pasokan energi dunia, terutama jika jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz terganggu.

Namun di tengah sentimen eksternal tersebut, sejumlah sektor saham di Bursa Efek Indonesia justru masih mencatatkan penguatan.

Sektor Basic Industry Pimpin Penguatan

Data sektor perdagangan saham menunjukkan mayoritas indeks sektoral bergerak naik hingga perdagangan siang hari. Sektor bahan baku atau basic industry menjadi yang mencatatkan penguatan terbesar dengan kenaikan sekitar 4,18 persen.

Di posisi berikutnya, sektor industri menguat sekitar 2,68 persen, disusul sektor barang konsumsi siklikal atau cyclical yang naik sekitar 1,81 persen. Sektor properti juga tercatat menguat sekitar 1,45 persen. Sementara sektor transportasi dan logistik naik sekitar 1,26 persen.

Penguatan juga terjadi pada sektor energi yang naik sekitar 0,82 persen serta sektor infrastruktur yang bertambah sekitar 0,75 persen. Sektor kesehatan turut mencatatkan kenaikan sekitar 0,72 persen. Sementara sektor keuangan dan barang konsumsi non-siklikal masing-masing menguat sekitar 0,39 persen dan 0,40 persen.

Adapun sektor teknologi bergerak relatif datar dengan kenaikan tipis sekitar 0,01 persen. Pergerakan sektoral yang mayoritas positif menunjukkan pasar domestik masih relatif resilien di tengah sentimen geopolitik global.

Penguatan sektor energi misalnya berpotensi mendapat sentimen dari kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan di Timur Tengah. Konflik di kawasan tersebut seringkali memicu lonjakan harga energi karena kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.

Di sisi lain, sektor berbasis domestik seperti industri, konsumsi, dan properti juga masih mencatatkan penguatan yang mengindikasikan aktivitas ekonomi dalam negeri tetap menjadi penopang utama pasar saham.

Pelaku pasar kini masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, khususnya potensi dampaknya terhadap harga komoditas energi, stabilitas pasar global, serta arus modal asing di pasar negara berkembang termasuk Indonesia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait