Market Hari Ini 02 Jun 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Asing Pungut 46,87 Juta Saham, AMRT Bangun Kekuatan?

AMRT langsung ARA setelah tekanan MSCI mereda. Asing mulai kembali masuk dan pasar kini memantau apakah area 1.150 menjadi dasar pembentukan arah harga baru.

AMRT ARA 20 persen usai tekanan MSCI mereda. Asing mulai akumulasi dan pasar memantau arah harga menuju area 1.420–1.500.

Volume beli asing di saham AMRT sebesar 157,5 juta saham, sementara volume jual berada di 110,63 juta saham. (Foto: dok AMRT)
Volume beli asing di saham AMRT sebesar 157,5 juta saham, sementara volume jual berada di 110,63 juta saham. (Foto: dok AMRT)

Daftar Isi

  1. 01 Distribusi Besar Sudah Selesai

KABARBURSA.COM – Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mulai menunjukkan perubahan struktur transaksi setelah beberapa hari mengalami tekanan besar pasca isu downgrade MSCI. Pada perdagangan 2 Juni 2026, AMRT langsung menyentuh Auto Reject Atas (ARA) dengan kenaikan 20 persen ke level 1.380.

Lonjakan tersebut muncul bersamaan dengan perubahan arus transaksi. Volume beli asing 157,5 juta saham, sementara volume jual berada di 110,63 juta saham. Transaksi ini menciptakan net volume positif sebesar 46,87 juta saham.

Perubahan ini mulai diperhatikan pelaku pasar karena sebelumnya AMRT justru berada dalam tekanan distribusi asing cukup agresif. Data historis menunjukkan asing mencatat net sell Rp364,68 miliar pada 29 Mei, lalu Rp112,96 miliar pada 26 Mei, dan Rp157,82 miliar pada 25 Mei 2026.

Tekanan asing itu membuat harga AMRT sempat jatuh dari area 1.425 hingga menyentuh 1.150 hanya dalam beberapa sesi perdagangan. Namun menariknya, ketika tekanan mulai mereda, struktur transaksi langsung berubah sangat cepat.

Distribusi Besar Sudah Selesai

Pasar kini mulai membaca apakah fase distribusi besar pasca MSCI sudah mulai selesai. Sebab, kenaikan menuju ARA kali ini tidak hanya didorong euforia harga, tetapi juga mulai diikuti dominasi volume beli yang lebih besar dibanding volume jual.

Dari sisi struktur harga, area 1.150 kini berubah menjadi titik pantau penting pasar. Level tersebut menjadi area bawah yang mulai dijaga setelah AMRT mengalami tekanan tajam selama sepekan terakhir.

Sementara itu, area 1.380 menjadi resistance psikologis baru karena menjadi titik ARA harian. Jika tekanan beli masih bertahan dan volume tetap tinggi, pasar mulai membuka ruang pengujian menuju area 1.420 hingga 1.500 dalam jangka pendek.

Namun trader juga mulai memperhatikan satu hal penting, yakni apakah kenaikan ini murni technical rebound pasca tekanan MSCI atau mulai menjadi fase akumulasi baru. Sebab dalam banyak kasus, saham yang selesai mengalami tekanan indeks biasanya membutuhkan fase konsolidasi sebelum membentuk arah baru.

Perubahan frekuensi transaksi mulai memberi sinyal menarik. Pada 2 Juni, frekuensi mencapai 31,47 ribu kali dengan nilai transaksi Rp336,95 miliar meski volume hanya 2,53 juta lot. Struktur seperti ini biasanya menunjukkan mulai munculnya aktivitas perebutan harga di area bawah.

Pasar juga mulai membaca bahwa tekanan besar sebelumnya kemungkinan sudah banyak terserap. Ketika distribusi asing mulai berkurang dan harga tidak lagi membentuk lower low baru, perhatian trader biasanya beralih pada kemungkinan pembentukan base accumulation.

Dalam struktur jangka pendek, area 1.250 hingga 1.280 kini mulai menjadi area penjagaan baru. Selama AMRT mampu bertahan di atas area tersebut, momentum rebound masih akan terus dipantau pasar.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali muncul dan harga gagal bertahan di atas area psikologis 1.300, maka pasar berpotensi kembali melihat volatilitas tinggi seperti pekan lalu. Karena itu, perhatian trader saat ini bukan lagi sekadar kenaikan harian AMRT, melainkan apakah saham ini sedang membangun fase pemulihan baru setelah tekanan MSCI mulai mereda.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait