Market Hari Ini 07 May 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Asing Ramai-Ramai Lepas BUMI Saat Kinerja Kuartal I 2026 Bersinar

Sejak BUMI melaporkan kinerja keuangan kuartal I 2026 pada 30 April, broker RB tercatat menjadi penjual dana asing terbesar dengan nilai hingga Rp48,5 miliar

Aksi jual asing di saham BUMI meningkat. Broker RB, CC, hingga IU tercatat melakukan distribusi besar di pasar reguler sepanjang pekan ini.

Kinerja BUMI kuartal I 2026 ditopang peningkatan produksi dan efisiensi tambang. (Foto: Dok. Bumi Resources)
Kinerja BUMI kuartal I 2026 ditopang peningkatan produksi dan efisiensi tambang. (Foto: Dok. Bumi Resources)

KABARBURSA.COM - Aksi jual investorn asing terhadap saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) cukup impresif pada periode 30 April hingga 6 Mei 2026. Catatan ini bertolak belakang dengan kinerja positif perusahaan pada kuartal I 2026.

Mengutip data Stockbit, sejak BUMI melaporkan kinerja keuangan kuartal I 2026 pada 30 April, broker RB tercatat menjadi penjual dana asing terbesar dengan nilai hingga Rp48,5 miliar. Broker tersebut melepas sekitar 2 juta lot saham BUMI dengan rata-rata harga jual di level Rp243.

Tekanan distribusi juga datang dari broker CC yang membukukan nilai jual jual Rp22,7 miliar dengan volume mencapai 925,3 ribu lot di harga rata-rata Rp237

Selain itu, broker IU ikut mencatatkan distribusi sebesar Rp12,7 miliar atau sekitar 546 ribu lot saham. Rata-rata harga jual broker tersebut berada di area Rp233.

Broker BK juga terlihat aktif melakukan pelepasan saham dengan nilai jual mencapai Rp11,7 miliar dan volume sekitar 497 ribu lot. Distribusi lainnya muncul dari broker AK sebesar Rp5,5 miliar dengan volume 182,4 ribu lot.


Tekanan jual asing berlanjut melalui broker XC yang melepas saham senilai Rp3,9 miliar. Sementara broker GR tercatat menjual Rp2,3 miliar dan broker YP sebesar Rp1,4 miliar.

Broker QA dan AG turut masuk dalam daftar distribusi asing di saham BUMI. QA mencatat nilai jual Rp1,2 miliar sedangkan AG membukukan distribusi sekitar Rp1,1 miliar.

Meski demikian, masih ada investor asing yang mengakumulasi saham BUMI walaupun lebih sedikit dibanding aksi distribusi.

Broker YU menjadi pengakumulasi terbesar dengan nilai beli mencapai Rp21,6 miliar. Broker tersebut mengoleksi sekitar 948,8 ribu lot saham BUMI dengan rata-rata harga di level Rp234.

Broker ZP menyusul dengan nilain pembelian Rp9 miliar atau setara 388 ribu lot saham. Aktivitas akumulasi ZP juga terjadi di harga Rp234.

Selanjutnya broker AI mencatat pembelian Rp2,8 miliar dengan volume sekitar 121,8 ribu lot pada harga rata-rata Rp233. Broker RX ikut mengoleksi saham BUMI senilai Rp596,1 juta dengan volume 25,5 ribu lot.

Broker asing lainnya seperti IF, AZ, NI, KK, dan AO juga tercatat melakukan pembelian meski dengan nominal yang relatif lebih kecil.
 

Laba BUMI Tumbuh di Kuartal I 2026

Sebelumnya diberitakan, Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2026 yang dipublikasikan ke Bursa Efek Indonesia, pendapatan BUMI mencapai USD417,7 juta atau naik 19,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring peningkatan aktivitas operasional.

Dari sisi profitabilitas, laba bruto tercatat USD82,8 juta, meningkat 61,6 persen secara tahunan. Laba usaha naik 75,8 persen menjadi USD49,1 juta dengan margin usaha meningkat menjadi 11,7 persen dari sebelumnya 8,0 persen.

Laba sebelum pajak tercatat USD55,3 juta atau tumbuh 93,1 persen. Sementara itu, laba bersih mencapai USD41,1 juta, meningkat 36,6 persen dibandingkan USD30,1 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut terjadi di tengah penurunan harga jual rata-rata batu bara sebesar 10 persen menjadi USD58,6 per ton. Penurunan harga ini diimbangi oleh peningkatan volume produksi dan efisiensi operasional.

Secara operasional, produksi batu bara BUMI mencapai 19,2 juta ton atau naik 12 persen secara tahunan. Penjualan batu bara tercatat 19,1 juta ton, meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perbaikan juga terlihat pada rasio kupasan tanah (strip ratio) yang turun menjadi 7,7 kali dari 8,4 kali. Penurunan rasio ini mencerminkan efisiensi dalam aktivitas penambangan dan berdampak pada biaya produksi per ton.

Sementara itu, volume lapisan penutup yang dihilangkan meningkat 3 persen menjadi 148,3 juta bcm. Persediaan batu bara turun menjadi 2,0 juta ton dari sebelumnya 2,4 juta ton, sejalan dengan peningkatan penjualan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait