Market Hari Ini 03 Aug 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Astra Borong Saham RS Hermina Rp492 Miliar, Kepemilikan Naik Jadi 10 Persen

Astra International memperkuat langkah di sektor kesehatan dengan membeli 313,27 juta saham Medikaloka Hermina senilai Rp492,56 miliar, menaikkan kepemilikan menjadi 10 persen.

Astra borong 313,27 juta saham RS Hermina Rp492,56 miliar, tingkatkan kepemilikan jadi 10 persen. Strategi diversifikasi bisnis makin jelas.

Menara Astra International. (Foto: Wikimedia Commons/MrRamChandra)
Menara Astra International. (Foto: Wikimedia Commons/MrRamChandra)

KABARBURSA.COM - Astra International (ASII) semakin serius menapakkan kaki di sektor kesehatan. Perusahaan konglomerasi yang selama ini dikenal sebagai raksasa otomotif itu baru saja menambah kepemilikan saham di PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), pemilik jaringan rumah sakit Hermina. Tak tanggung-tanggung, Astra menggelontorkan hampir setengah triliun rupiah untuk memborong 313,27 juta lembar saham HEAL.

Transaksi dilakukan dalam dua tahap. Pada 25 Juli 2025, Astra membeli 120,51 juta lembar saham di harga Rp1.680 per saham dengan nilai transaksi mencapai Rp202,46 miliar. Selang beberapa hari kemudian, tepatnya pada 31 Juli, Astra kembali masuk dengan memborong 192,75 juta saham di harga Rp1.505 per lembar senilai Rp290,09 miliar. Secara total, dana yang dikucurkan mencapai Rp492,56 miliar.

Aksi ini membuat kepemilikan Astra di HEAL melonjak menjadi 10 persen atau setara 1,53 miliar saham. Sebelumnya, Astra hanya menguasai 7,96 persen atau sekitar 1,22 miliar lembar. Dari total kepemilikan terbaru itu, 1,11 miliar lembar dipegang langsung oleh Astra, sedangkan 425,77 juta saham dimiliki melalui Astra Healthcare Indonesia (AHI) yang mayoritas sahamnya, 99,99 persen, dikuasai Astra.

Langkah strategis ini menegaskan keseriusan Astra untuk memperluas portofolio bisnis di luar otomotif. Dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp202,42 triliun dan rasio P/E yang relatif rendah di 6,04 kali, saham ASII masih dipandang menarik oleh investor, apalagi dengan tingkat dividen yang besar di kisaran 8,12 persen. Sementara itu, HEAL yang memiliki kapitalisasi pasar Rp23,59 triliun diperdagangkan dengan rasio P/E 49,03 kali, mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek industri rumah sakit di Indonesia.

Menariknya, aksi akumulasi ini dilakukan di tengah tekanan harga saham. Pada penutupan 1 Agustus 2025, saham HEAL turun 2,85 persen ke level Rp1.535 per lembar. ASII sendiri juga terkoreksi tipis 1,96 persen ke Rp5.000 per saham. Meski begitu, pergerakan kedua saham ini dinilai masih berada dalam tren wajar.

Bagi pasar, langkah Astra membeli saham HEAL adalah sinyal jelas bahwa perusahaan ini tengah membangun mesin pertumbuhan baru di sektor kesehatan. Dengan kekuatan modal yang solid dan strategi ekspansi yang terukur, Astra tampaknya tidak hanya ingin dikenal sebagai pemain besar di otomotif dan jasa keuangan, tetapi juga siap menjadi salah satu kekuatan baru di industri layanan kesehatan nasional.

Jika strategi ini berjalan mulus, Astra bisa jadi akan menambah babak baru dalam perjalanan bisnisnya, sekaligus membuka peluang bagi para investornya untuk ikut menikmati pertumbuhan di sektor yang kian vital ini.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait