Market Hari Ini 24 Apr 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Astra International (ASII) Ketuk Palu, Bagi Dividen Final Rp292 Bulan Depan

Dividen Astra tetap besar meski laba menurun, konsensus analis menunjukkan mayoritas rekomendasi beli dengan target harga di atas level saat ini.

ASII bagikan dividen Rp390 per saham. Simak analisis kinerja, konsensus analis, dan potensi saham Astra ke depan.

ASII siap bagikan dividen final sebesar Rp292 per saham pada 25 Mei mendatang. (Foto: dok Astra International)
ASII siap bagikan dividen final sebesar Rp292 per saham pada 25 Mei mendatang. (Foto: dok Astra International)

Daftar Isi

  1. 01 Analisis Konsensus

KABARBURSA.COM - PT Astra International Tbk (ASII) memutuskan untuk bagi-bagi dividen di bulan depan dan penyesuaian ekspektasi pasar terhadap kinerja. Pembagian dividen memang besar dalam nominal, tapi tren penurunan laba mulai tercermin dalam besaran payout.

ASII menetapkan dividen final sebesar Rp292 per saham yang akan dibayarkan pada 25 Mei 2026, melengkapi dividen interim Rp98 per saham yang telah dibagikan pada Oktober 2025. Dengan demikian, total dividen untuk tahun buku 2025 mencapai Rp390 per saham atau sekitar Rp15,66 triliun. 

Angka ini setara dengan rasio pembayaran dividen 48 persen dari laba bersih, menunjukkan distribusi laba yang tetap signifikan meski tidak lagi seagresif periode sebelumnya.

Jika ditarik ke belakang, tren dividen ASII menunjukkan penurunan bertahap. Dividen final tercatat sebesar Rp552 per saham pada 2022, turun menjadi Rp421 pada 2023, lalu Rp308 pada 2024, dan kini Rp292 pada 2025. 

Penurunan ini berjalan seiring dengan pelemahan kinerja, di mana laba bersih turun 3,34 persen secara tahunan menjadi Rp32,76 triliun, sementara pendapatan terkoreksi 1,54 persen menjadi Rp323,39 triliun.

Dari sisi struktur fundamental, tekanan ini juga tercermin pada laba per saham yang turun dari Rp837 menjadi Rp810. Ada fase normalisasi setelah periode kinerja yang lebih tinggi sebelumnya, khususnya di tengah dinamika sektor otomotif dan komoditas yang menjadi penopang utama bisnis Astra.

Analisis Konsensus

Namun di tengah penyesuaian tersebut, pandangan analis terhadap ASII masih menunjukkan kecenderungan positif. Dari 34 analis yang tercatat, sebanyak 27 memberikan rekomendasi buy, sementara 7 lainnya berada pada posisi hold, tanpa ada rekomendasi sell

Konsensus ini menempatkan ASII dalam kategori yang masih didukung ekspektasi jangka menengah.

Target harga rata-rata berada di level Rp7.090, dengan batas atas Rp8.200 dan batas bawah Rp5.550. Dengan posisi harga saat ini di kisaran Rp6.325, terdapat ruang kenaikan menuju target konsensus, meski tidak dalam rentang yang terlalu lebar. Hal ini mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang cenderung moderat.

Proyeksi kinerja ke depan juga memperlihatkan pola yang relatif stabil. Pendapatan diperkirakan berada di kisaran Rp322 triliun hingga Rp337 triliun pada periode 2026–2027, sementara laba bersih diproyeksikan bergerak dari Rp32,55 triliun ke Rp34,75 triliun. 

Laba per saham diperkirakan meningkat dari 822 menjadi 872 dalam periode yang sama, menunjukkan potensi pemulihan bertahap.

Dalam konteks pasar, kombinasi antara dividen yang tetap besar dan proyeksi pertumbuhan yang moderat membentuk karakter pergerakan saham yang lebih defensif. ASII tidak lagi bergerak dengan momentum tinggi, tetapi cenderung menjadi pilihan dengan stabilitas relatif di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Perhatian investor dalam jangka pendek akan tertuju pada momentum menjelang tanggal pembagian dividen, terutama potensi pergerakan harga di sekitar cum date. Sementara dalam jangka menengah, arah saham akan lebih dipengaruhi oleh realisasi kinerja dan kemampuan menjaga margin di tengah tekanan biaya dan dinamika permintaan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait