Market Hari Ini 15 Mar 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

Asuransi Ramayana (ASRM) Gelar Stock Split 1:4

Asuransi Ramayana (ASRM) Gelar Stock Split 1:4
Asuransi Ramayana (ASRM) Gelar Stock Split 1:4

KABARBURSA.COM - Manajemen ASRM mengumumkan rencana pemecahan nilai nominal saham dengan rasio 1:4, yang akan meningkatkan jumlah saham Perseroan menjadi 1.217.135.360 lembar saham dari sebelumnya 304.283.840 lembar.

Selain itu, nilai nominal saham ASRM per lembar akan berubah menjadi Rp500 per saham dari sebelumnya Rp125 per saham lembar. Langkah ini diambil dengan tujuan untuk meningkatkan permintaan atas saham Perseroan dengan memperluas basis investor, sementara membuat harga saham Perseroan menjadi lebih terjangkau bagi investor perorangan (ritel).

"Stock split ini juga akan meningkatkan jumlah investor yang dapat melakukan transaksi atas saham Perseroan. Dengan penambahan jumlah lembar saham Perseroan setelah Stock Split, likuiditas perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek akan semakin meningkat, menjadikan perdagangan saham Perseroan lebih aktif," ungkap manajemen dalam keterangan tertulis pada Jumat, 15 Maret.

Rencananya, pelaksanaan stock split ini akan mengikuti jadwal sebagai berikut: tanggal akhir Penyelesaian Transaksi Saham dengan Nilai Nominal Lama di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada 21 Mei 2024, dimulainya perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada 22 Mei 2024, peniadaan Perdagangan Saham dengan Nilai Nominal Baru di Pasar Tunai pada 27-28 Mei 2024, dan mulai Perdagangan Saham dengan Nilai Nominal Baru di Pasar Tunai pada 28 Mei 2024.

Untuk melaksanakan aksi korporasi ini, BPII akan mengajukan permohonan persetujuan kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 23 April 2024.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait