Market Hari Ini 24 Dec 2024 Penulis: Yunila Wati Editor: Tim Editorial

Awal Januari 2025, Saham Petrosea Dijual dengan Harga Baru

Awal Januari 2025, Saham Petrosea Dijual dengan Harga Baru
Awal Januari 2025, Saham Petrosea Dijual dengan Harga Baru

Daftar Isi

  1. 01 Terbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah
  2. 02 Transaksi Saham Sentuh Rp78,9 Miliar

KABARBURSA.COM - Di awal Januari 2025, saham PT Petrosea Tbk, berkode saham PTRO, akan dijual dengan harga baru. Harga tersebut merupakan hasil stock split sebesar 1:10.

Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu ini tengah melaksanakan pemecahan nilai nominal saham. Dalam keterbukaan informasi Selasa, 24 Desember 2024, manajemen Petrosea mengungkapkan bahwa aksi korporasi ini telah mendapatkan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 16 Desember 2024.

Aksi korporasi ini dilakukan untuk meningkatkan likuiditas saham PTRO di pasar. Dalam skema 1:10 tersebut, setiap satu saham yang saat ini memiliki nilai nominal Rp50 akan dipecah menjadi 10 saham dengan nilai nominal Rp5 per saham.

Dengan demikian, jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perusahaan akan bertambah signifikan, dari sebelumnya 1.008.605.000 saham menjadi sebanyak-banyaknya 10.086.050.000 saham.

Hingga pukul 14.39 WIB, harga saham PTRO tercatat berada di level Rp28.300, mencatat kenaikan 0,53 persen. Sepanjang periode year-to-date (ytd), saham Petrosea menunjukkan performa luar biasa dengan lonjakan hingga 398 persen. Berdasarkan rasio pemecahan yang direncanakan, harga saham PTRO pasca stock split diperkirakan akan berada di kisaran Rp2.830.

Pelaksanaan stock split ini juga telah dijadwalkan secara terperinci, mencakup berbagai tahap penting, mulai dari proses pencatatan saham tambahan hingga perubahan nilai nominal saham di pasar.

Proses ini dimulai dengan pengajuan pencatatan saham hasil pemecahan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Desember 2024 dan akan berlanjut hingga perdagangan saham dengan nilai nominal baru dimulai di pasar reguler, negosiasi, dan tunai pada awal Januari 2025.

Manajemen Petrosea menyatakan bahwa keputusan untuk melakukan stock split adalah bagian dari upaya perseroan dalam memperluas akses investor terhadap saham PTRO, sekaligus meningkatkan daya tarik saham tersebut di pasar modal.

Dengan langkah ini, emiten yang aktif di sektor jasa pertambangan, rekayasa, konstruksi, dan manajemen logistik ini optimis dapat memperkuat posisinya di bursa.

Langkah strategis ini sejalan dengan pertumbuhan bisnis Petrosea yang mencatatkan kinerja impresif pada tahun 2024. Dengan menarik perhatian para investor dan mempertahankan momentum positif, aksi korporasi ini diharapkan mampu mendorong perkembangan perusahaan lebih jauh serta memberikan manfaat yang signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Terbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah

PT Petrosea Tbk (PTRO) mengumumkan bahwa perusahaan telah melakukan pencatatan obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2024 dan sukuk ijarah berkelanjutan I tahap I tahun 2024.

Petrosea menerbitkan obligasi dan sukuk ijarah berkelanjutan I tahap I tahun 2024 senilai Rp1,5 triliun dengan rincian Obligasi Berkelanjutan dengan jumlah pokok senilai Rp1 triliun dan sukuk ijarah berkelanjutan dengan sisa imbalan ijarah senilai Rp500 miliar.

Chief Investment Officer PT Petrosea Tbk Kartika Hendrawan, mengatakan seluruh dana dari Obligasi dan Sukuk Ijarah tersebut akan digunakan untuk memperkuat modal kerja perusahaan.

“Guna mendukung realisasi kontrak-kontrak yang telah diperoleh Petrosea pada lini bisnis kontak pertambangan dan EPC  terintegrasi,” kata Kartika di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 16 Desember 2024.

Petrosea mencatatkan adanya kelebihan permintaan (oversubscribed) lebih dari 2 kali untuk obligasi berkelanjutan I tahap I dan sukuk ijarah berkelanjutan I tahap I tahun 2024.

Penerbitan ini merupakan bagian dari program penawaran umum obligasi berkelanjutan I dengan total nilai Rp2 triliun dan sukuk ijarah berkelanjutan I dengan total nilai Rp1 triliun.

Sebelumnya, Petrosea telah memperoleh corporate rating idA+ (Single A Plus; Stable Outlook) dan idA+(sy) (Single A Plus Syariah) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) berdasarkan data dan informasi dari Perusahaan serta Laporan Keuangan Audit per 30 Juni 2024 dan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2023.

Transaksi Saham Sentuh Rp78,9 Miliar

Pergerakan saham PTRO diawali dengan pembukaan di harga Rp28.300, sedikit di atas level penutupan sebelumnya. Sepanjang sesi perdagangan, saham ini mencatat level tertinggi di Rp28.825, menunjukkan adanya dorongan beli yang cukup kuat. Namun, saham ini juga sempat menyentuh harga terendah di Rp28.125 sebelum akhirnya bergerak stabil menuju penutupan.

Volume perdagangan PTRO mencapai 28 ribu lot dengan total nilai transaksi yang cukup besar, yakni Rp78,9 miliar. Harga rata-rata saham PTRO selama perdagangan berada di Rp28.457, mencerminkan stabilitas dalam permintaan dan penawaran saham ini.

Di sisi lain, batas atas harga (ARA) tercatat di Rp33.775, sementara batas bawah (ARB) berada di Rp22.525, memberikan ruang yang cukup luas untuk pergerakan harga.

Kinerja harian saham PTRO ini memperlihatkan sentimen positif yang masih mendominasi, didukung oleh langkah strategis perseroan seperti pemecahan nilai nominal saham yang telah mendapatkan persetujuan RUPSLB. Sentimen ini memperkuat optimisme investor bahwa aksi korporasi tersebut akan meningkatkan likuiditas saham dan memperluas basis pemegang saham.

Pergerakan harga PTRO juga menjadi indikasi bahwa saham ini tetap menarik di mata investor meskipun telah mencatat kenaikan signifikan sepanjang tahun. Dengan tren positif yang terlihat, saham PTRO berpotensi melanjutkan penguatan, terutama jika didukung oleh kinerja fundamental perusahaan yang solid dan langkah korporasi strategis di masa mendatang.(*)

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak, membeli, atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analisis atau sekuritas yang bersangkutan, dan Kabarbursa.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian investasi yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait