Market Hari Ini 01 Jun 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Awal Juni IHSG Bergerak di Rentang 5.899-5.996, ini Saham yang Bisa Lari

IHSG menutup Mei di zona merah tipis dan masih dibayangi area koreksi 5.899. Namun sejumlah saham mulai menunjukkan peluang trading jelang awal Juni.

IHSG turun tipis ke 6.127 di akhir Mei 2026. Pasar mulai memburu saham trading seperti DEWA, UNTR, hingga UNVR jelang awal Juni.

Secara teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave [v] dari wave A dari wave (2). (Foto: dok KabarBursa)
Secara teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave [v] dari wave A dari wave (2). (Foto: dok KabarBursa)

Daftar Isi

  1. 01 Dari DEWA hingga UNVR
  2. 02 NCKL Rawan Profit Taking

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir Mei 2026 dengan koreksi tipis 0,05 persen ke level 6.127,38. Meski pelemahannya relatif kecil, tekanan pasar masih terlihat bertahan hingga penutupan perdagangan.

Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi pasar mencapai Rp50,15 triliun dengan volume 472,15 juta lot dan frekuensi 2,38 juta kali transaksi. Aktivitas transaksi tetap tinggi meski indeks bergerak terbatas di zona merah.

Pada timeframe mingguan, IHSG tercatat terkoreksi sekitar 0,56 persen. Namun tekanan jual mulai terlihat mengecil dibanding pekan-pekan sebelumnya sehingga pasar memantau peluang stabilisasi di awal Juni.

Secara teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave [v] dari wave A dari wave (2). Area support penting kini berada di rentang 5.996 hingga 5.899, sementara resistance terdekat mulai berada di area 6.318 sampai 6.459.

Kondisi tersebut membuat awal Juni diperkirakan masih akan diwarnai volatilitas cukup tinggi. Pasar mulai berhitung apakah IHSG mampu bertahan di atas area psikologis 6.000 atau justru kembali melanjutkan koreksi menuju support berikutnya.

Dari DEWA hingga UNVR

Meski IHSG melemah, sejumlah saham mulai menunjukkan struktur perdagangan yang menarik untuk dicermati trader jangka pendek. Perhatian pasar kini mulai tertuju pada saham yang masih disertai volume beli dan mulai menjaga area supportnya.

DEWA menjadi salah satu saham yang mulai kembali menarik perhatian pasar setelah menguat 1,21 persen ke level 334. Penguatan tersebut muncul bersamaan dengan meningkatnya volume pembelian di tengah tekanan pasar yang masih fluktuatif.

Pasar mulai mencermati area 282–330 sebagai zona buy on weakness DEWA. Jika tekanan jual mulai mereda, saham ini berpotensi menguji target jangka pendek di area 384 hingga 412.

UNTR juga mulai masuk radar trader setelah terkoreksi 3,68 persen ke level 22.925. Meski harga turun cukup dalam, volume pembelian masih terlihat muncul sehingga pasar mulai membaca adanya upaya menjaga area bawah.

Zona 22.575–22.925 kini menjadi area penting untuk strategi trading buy UNTR. Selama harga mampu bertahan di atas area 22.300, ruang rebound menuju 24.225 hingga 25.250 masih terbuka.

Sementara itu, UNVR mulai menarik perhatian setelah terkoreksi 2,84 persen ke level 1.710. Pergerakan saham ini memang masih tertahan MA20, namun pasar mulai melihat peluang technical rebound jika area support tetap terjaga.

Area 1.540–1.670 kini menjadi zona buy on weakness yang mulai diperhatikan trader. Target kenaikan jangka pendek berada di area 1.805 hingga 2.000 dengan batas pengamanan di bawah 1.485.

NCKL Rawan Profit Taking

Berbeda dengan saham lainnya, NCKL justru mulai masuk area yang lebih rawan profit taking. Saham ini memang menguat 5,33 persen ke level 890, tetapi pasar mulai melihat ruang kenaikan yang semakin terbatas.

Zona 905–945 kini mulai dipantau sebagai area sell on strength. Pasar mulai mengantisipasi kemungkinan koreksi lanjutan menuju area 745–760 untuk menutup gap yang masih terbuka.

Adapun XBSK bergerak relatif datar di level 400 dengan volume transaksi yang masih kecil. Namun pasar mulai melihat adanya peluang rebound apabila saham ini mampu bertahan di area support pendeknya.

Zona 393–396 kini menjadi area buy on weakness XBSK dengan target pergerakan menuju 406 hingga 428. Area bawah 388 menjadi batas pengamanan apabila tekanan jual kembali meningkat.

Awal Juni nanti diperkirakan akan menjadi fase penting bagi pasar untuk membaca arah berikutnya. Di tengah IHSG yang masih berada dalam fase koreksi, pergerakan saham-saham dengan volume beli kuat diperkirakan akan menjadi fokus utama trader jangka pendek.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait