Market Hari Ini 26 Feb 2024 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Tim Editorial

Bambu Disebut Berpotensi Besar Tingkatkan Ekonomi Desa

Bambu Disebut Berpotensi Besar Tingkatkan Ekonomi Desa
Bambu Disebut Berpotensi Besar Tingkatkan Ekonomi Desa

KABARBURSA.COM - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Luthfiyah Nurlaela, mengungkapkan bahwa tanaman bambu memiliki potensi besar dalam meningkatkan ekonomi masyarakat desa dengan manfaat yang beragam.

"Bambu itu tidak ada satu bagian pun yang tidak bisa dimanfaatkan. Semuanya bisa dimanfaatkan, mulai dari akar, daun, batang, dan seterusnya," ujar Lutfiyah dalam sebuah webinar bertajuk "Potensi Bambu untuk Mendukung Program Desa Wisata, Pemberdayaan Masyarakat, dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat," kata Luthfiyah, Jakarta, Senin 26 Februari 2024.

Lutfiyah meyakini bahwa dengan produksi bambu yang melimpah di Indonesia sejak gerakan penanaman bambu nasional pada 1995, setiap desa di Tanah Air memiliki potensi untuk meningkatkan ekonomi masyarakatnya, bahkan menjadi desa sentra produksi bambu.

"Sejak itu (gerakan penanaman bambu), bambu semakin banyak tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Indonesia menjadi negara urutan ketiga sebagai penghasil bambu terbesar di dunia dan peringkat ketiga pengekspor bambu setelah India dan Tiongkok," tambahnya.

Luthfiyah melanjutkan dengan menyebut beberapa desa yang telah sukses menjadi desa sentra produksi bambu, seperti Desa Selaawi di Garut, Jawa Barat, dan Desa Banyuresmi di Pandeglang, Banten. Bambu-bambu ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri hingga alat musik yang dapat menjadi daya tarik seni dalam desa wisata.

Kepala BBPPMD Jakarta, Enirawan, menambahkan bahwa selain memberikan kontribusi ekonomi, bambu juga memiliki manfaat lingkungan, seperti mencegah erosi dan mengurangi risiko banjir. Dengan struktur akar yang kuat, bambu dapat menyerap hingga 90 persen air hujan, jauh melampaui kemampuan pohon yang hanya mampu menyerap 35–40 persen air hujan.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait