Market Hari Ini 02 May 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

Bangunan Utama di IKN Pakai Lift-Eskalator dari MJEE

Bangunan Utama di IKN Pakai Lift-Eskalator dari MJEE
Bangunan Utama di IKN Pakai Lift-Eskalator dari MJEE

KABARBURSA.COM - Sejumlah bangunan utama di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menggunakan lift dan eskalator dari PT Mitsubishi Jaya Elevator and Escalator (MJEE) pada Mei 2024.

Christian Satrya, Presiden Direktur MJEE, mengatakan, sebanyak 90 unit lift dan eskalator yang diproduksi di pabrik di KIIC Karawang, akan digunakan pada sejumlah bangunan penting.

"Bangunan penting seperti Istana Negara, Kantor Presiden, Bank Indonesia, Sekretariat Presiden, Sekretariat Negara, dan Rusun ASN tahap 1 adalah beberapa dari banyak gedung yang akan menggunakan produk MJEE," kata dia, dikutip Kamis, 2 Mei 2024.

Satrya menyatakan bahwa sebagian besar proses fabrikasi unit tersebut sudah selesai atau telah mencapai 70 persen.

Lebih lanjut, ia menambahkan, pemasangan di proyek-proyek tersebut sudah dimulai sejak Februari 2024 di pabrik MJEE di Karawang, Jawa Barat.

Adapun, Pada 26 Februari 2024, principal MJEE, yaitu Mitsubishi Electric Building Solutions Corporation (MEBS) di Tokyo, Jepang, telah mengumumkan bahwa MJEE telah mendapatkan pesanan untuk 55 unit lift dan eskalator untuk beberapa proyek penting di IKN. Namun, pada Mei 2024, jumlah pesanan tersebut telah meningkat menjadi 90 unit.

Lebih lanjut, Satrya juga menegaskan bahwa produk MJEE memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) hingga 40 persen dari keseluruhan sistem lift.

"Dengan dukungan penuh dari Mitsubishi Electric Building Solutions dan Jaya Group, MJEE berkomitmen untuk meningkatkan kandungan lokal produk-produk lift Mitsubishi di Indonesia dan mendukung program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) pemerintah," paparnya.

Pada tahun 2021, MJEE telah memperoleh sertifikasi TKDN untuk 4 tipe sistem lift dengan kandungan lokal sekitar 31,55 persen hingga 41,22 persen.

“Saat ini kami dalam proses verifikasi untuk menambah sertifikasi TKDN dengan perluasan cakupan produk dan sekaligus meningkatkan capaian TKDN sebesar 40 persen atau lebih bagi semua sistem lift tersebut. Diperkirakan sertifikasi ini akan selesai di pertengahan tahun 2024,” ujarnya.

Satrya menjelaskan bahwa sertifikasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri yang telah diperoleh oleh pabrik MJEE di Karawang dievaluasi dan diverifikasi dari keseluruhan sistem lift.

Ini berbeda dengan banyaknya produk lift di pasar Indonesia yang memiliki sertifikasi TKDN 40 persen atau lebih, namun hanya dihitung dari sangkar (box) lift, yang hanya merupakan bagian kecil dari sistem lift secara keseluruhan.

Dia menegaskan bahwa MJEE selalu berkomitmen untuk menjaga kualitas produk, tepat waktu dalam pengiriman, dan pelayanan purna jual terbaik sebagai prioritas utama untuk mencapai kepuasan pelanggan yang tertinggi.

Hal ini terbukti dari tingginya kepercayaan pasar terhadap produk MJEE yang telah banyak digunakan di berbagai gedung perkantoran, apartemen, hotel dan resor, pusat perbelanjaan, universitas, rumah sakit, fasilitas publik, Kedutaan Besar, dan kompleks perumahan.

"Sejauh ini, kami telah berhasil menjual sekitar 10.000 unit, dan sekitar 8.000 unit sedang dalam perawatan oleh tim servis kami yang tersebar di seluruh Indonesia," tambah Satrya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait