Market Hari Ini 20 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Bank Digital Mulai Tawarkan Bunga Deposito Hingga 9 persen

Bank Digital Mulai Tawarkan Bunga Deposito Hingga 9 persen
Bank Digital Mulai Tawarkan Bunga Deposito Hingga 9 persen

KABARBURSA.COM - Persaingan memperoleh dana semakin sengit di ranah perbankan digital, terutama di tengah lonjakan suku bunga. Untuk menarik dana, bank digital tidak ragu menawarkan suku bunga deposito di atas rata-rata pasar.

Suku bunga yang diajukan bahkan melampaui tingkat bunga yang ditetapkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar 4,25persen.

Data menunjukkan rata-rata bank digital menawarkan suku bunga deposito berkisar antara 5persen hingga 6persen, dengan beberapa bahkan mencapai 9persen.

Salah satunya adalah Krom Digital Bank, yang menawarkan bunga deposito hingga 8,75persen untuk tenor enam bulan. Ada juga Neo Bank yang mengajukan bunga deposito hingga 8,00persen untuk tenor 12 bulan.

Tak ketinggalan Amar Bank, yang menawarkan bunga deposito hingga 8,00persen untuk tenor 24 bulan, dan bahkan mencapai 9,00persen untuk tenor 36 bulan.

Sementara itu, Allo Bank menawarkan bunga hingga 6persen, sedangkan Seabank Indonesia menyuguhkan produk deposito dengan suku bunga mencapai 6persen per tahun untuk tenor 1, 3, dan 6 bulan.

Bank Neo Commerce juga menawarkan bunga kompetitif sebesar 6persen per tahun. Sedangkan Bank Jago Tbk. menawarkan bunga deposito sebesar 5persen per tahun, dan Blu BCA menawarkan bunga tertinggi hingga 4,75persen.

Direktur Utama Allo Bank, Indra Utoyo, menyatakan keyakinan bahwa suku bunga produk pendanaan yang mereka tawarkan sudah kompetitif dengan bank sejenis di pasar.

Namun, dia menegaskan fleksibilitas suku bunga produk pendanaan akan disesuaikan dengan kondisi pasar dan makroekonomi.

Hal ini sejalan dengan prediksi bahwa HBI Rate akan turun ke 5,25persen pada akhir tahun 2024, memperhitungkan kebijakan The Fed terhadap Fed Fund Rate, penguatan mata uang Rupiah, dan terkendalinya inflasi serta penyaluran kredit perbankan.

Dalam upaya menarik dana nasabah, Allo Bank fokus pada kolaborasi dengan sektor-sektor yang dekat dengan kehidupan nasabah, sesuai dengan tagline mereka 'Experience A Simple Life'.

Allo Bank juga terus mengembangkan fitur-fitur pembayaran transaksional di platform mereka. Total transaksi di Allo Bank meningkat sekitar 3 kali lipat selama tahun 2023, terutama untuk fitur-fitur utama seperti QRIS, Transfer, Top-Up, dan Bill Payment.

Selain menawarkan suku bunga yang menarik, Allo Bank juga memberikan keleluasaan kepada nasabah untuk melakukan transfer antar bank secara gratis.

Sementara itu, Digibank by DBS menawarkan bunga deposito hingga 5persen. Menurut Natalina Syabana, Head of Liabilities, Secured Lending and Segmentation, Consumer Banking PT Bank DBS Indonesia, suku bunga deposito dipengaruhi oleh kebutuhan likuiditas institusi dan keputusan suku bunga oleh OJK.

Prediksi dari DBS Group Research memperkirakan suku bunga di Indonesia akan turun menjadi sekitar 5,25persen pada akhir 2024 dari 6persen saat ini. Oleh karena itu, suku bunga deposito diprediksi akan mengikuti penurunan tersebut.

Dalam menjaring dana nasabah, Digibank by DBS berusaha memenuhi kebutuhan finansial para nasabah dengan menyediakan berbagai macam produk di platform digital mereka.

Ekonom Indef, Nailul Huda, mengungkapkan bahwa tantangan bagi bank digital adalah bagaimana mereka dapat menarik dana dengan suku bunga tinggi, terutama saat bersaing dengan bank konvensional yang lebih besar.

Menurut Huda, pengawasan yang ketat diperlukan untuk menjaga likuiditas bank digital, terutama mengingat kerentanan terhadap fraud dalam lingkungan digital yang rawan.

Bagi bank digital, pengembangan ekosistem digital dengan berkolaborasi atau masuk ke dalam platform digital lain menjadi solusi yang potensial.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait