Market Hari Ini 07 Apr 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Bank Jatim Fokus Dana Murah di 2026, ini Strateginya

Bank Jatim fokus tingkatkan dana murah untuk efisiensi likuiditas dan menjaga kualitas kredit di tengah persaingan perbankan.

Bank Jatim fokus tingkatkan dana murah (CASA) di 2026 untuk efisiensi likuiditas dan menjaga kualitas kredit di tengah persaingan.

Ilustrasi Bank Jatim fokus penghimpunan dana murah. Foto: dok Bank Jatim
Ilustrasi Bank Jatim fokus penghimpunan dana murah. Foto: dok Bank Jatim

KABARBURSA.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menempatkan penghimpunan dana murah sebagai salah satu fokus utama strategi bisnis 2026 guna menjaga efisiensi likuiditas dan kualitas penyaluran kredit di tengah persaingan industri perbankan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi yang dirumuskan dalam Rapat Kerja Tahunan (Rakerta) 2026 yang digelar pada 6-7 Februari 2026 di Malang. Dalam forum tersebut, manajemen menegaskan arah kebijakan yang menitikberatkan pada penguatan fundamental bisnis, termasuk struktur pendanaan.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menyampaikan bahwa salah satu fokus utama perseroan adalah memperkuat penghimpunan dana murah untuk mendukung efisiensi likuiditas.

“Pertama, strategi 3 business yang difokuskan pada tiga aspek utama. Yaitu pencapaian low cost funding melalui optimalisasi penghimpunan dana murah, peningkatan kualitas penyaluran kredit dengan ditopang likuiditas yang efisien, dan peningkatan transaksi digital banking,” kata Winardi dalam keterangannya, Selasa, 7 April 2026.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan biaya dana menjadi perhatian utama perseroan dalam menjaga kinerja keuangan. Selain memperkuat sisi pendanaan, Bank Jatim juga menekankan pentingnya menjaga kualitas kredit agar tetap selaras dengan kondisi likuiditas yang tersedia.

Dalam Rakerta tersebut, Bank Jatim juga menegaskan komitmen untuk memperkuat tata kelola perusahaan dan akselerasi transformasi digital sebagai bagian dari strategi pendukung bisnis.

“Melalui implementasi strategi 3-2-1 ini, kami optimis mampu memperkuat daya saing perusahaan, meningkatkan kinerja keuangan, serta memberikan nilai tambah bagi nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat langkah Bank Jatim menuju BPD nomor satu di Indonesia,” ujar Winardi.

Selain aspek bisnis, perseroan juga menempatkan penguatan sistem dan teknologi sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan efisiensi operasional serta keandalan layanan digital.

Rakerta 2026 bertajuk “Audacity to Fly Higher” tersebut menjadi forum untuk menyelaraskan langkah strategis seluruh lini organisasi dalam menghadapi dinamika industri perbankan yang semakin kompetitif.

Melalui penguatan penghimpunan dana murah, efisiensi likuiditas, serta kualitas penyaluran kredit, Bank Jatim berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan stabilitas kinerja di tengah persaingan yang kian ketat.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait