KABARBURSA.COM-Bank of Japan (BOJ) diprediksi akan mengarah ke luar dari era suku bunga negatif pada bulan Maret. Lebih banyak pembuat kebijakan BOJ menimbang gagasan untuk mengakhiri suku bunga negatif tersebut, terutama karena ekspektasi kenaikan gaji yang signifikan dalam negosiasi upah tahunan. Ini menjadi sorotan dari beberapa sumber yang mengetahui pemikiran tersebut.
Terdapat diskusi yang sedang berlangsung mengenai kemungkinan penghapusan pencatatan perusahaan tersebut di bursa Singapura, dengan perubahan yang mungkin terjadi pada program stimulus besar-besaran yang saat ini diterapkan oleh BOJ. Namun, langkah-langkah ini masih dalam tahap diskusi, karena tidak ada kesepakatan di dalam dewan BOJ mengenai kapan akan mengambil tindakan, apakah pada pertemuan Maret atau nanti di bulan April.
Banyak pembuat kebijakan BOJ sedang memperhatikan hasil negosiasi upah tahunan, yang dapat mempengaruhi keputusan mereka terkait penghapusan stimulus. BOJ berharap kenaikan upah yang signifikan akan mendorong konsumen untuk membelanjakan lebih banyak, yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Meskipun prospek pertumbuhan ekonomi yang solid telah memicu spekulasi mengenai pengakhiran suku bunga negatif, terdapat juga risiko terkait data ekonomi yang lemah. BOJ telah menargetkan inflasi sebesar 2persen, namun perekonomian Jepang masih tergelincir ke dalam resesi pada kuartal keempat.
Beberapa anggota dewan BOJ telah menyuarakan kehati-hatian terkait penarikan dukungan moneter yang terlalu dini. Ini menunjukkan adanya perpecahan di dalam dewan mengenai langkah yang akan diambil.
Sebagian besar pasar memperhatikan dengan seksama langkah BOJ, karena keputusan ini akan berdampak signifikan pada pasar keuangan Jepang dan mungkin juga pasar global. Perubahan kebijakan moneter BOJ akan menjadi penanda bagi arah ekonomi global di tengah ketidakpastian yang sedang berlangsung.