Market Hari Ini 25 Apr 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

BBCA Tersungkur 5,84 Persen dalam Sepekan, Siapa Paling Agresif Jual?

Aktivitas didominasi oleh aksi distribusi meskipun masih terdapat akumulasi investor. Broker BK tercatat sebagai penjual terbesar

Saham Bank Central Asia Tbk melemah 5,84 persen sepanjang 20–24 April 2026 ke Rp6.050, dibayangi aksi jual agresif dari broker BK, AK, dan RX

Logo BCA di Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: Dok KabarBursa)
Logo BCA di Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: Dok KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Saham PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) selama sepekan atau 20–24 April 2026 melemah hingga 5,84 persen ke level Rp6.050. Pada periode tersebut, pergerakan saham emiten perbankan ini diselimuti aksi jual signifikan oleh investor melalui beberapa broker.

Merujuk data perdagangan Stockbit, aktivitas didominasi oleh aksi distribusi meskipun masih terdapat akumulasi investor. Broker BK tercatat sebagai penjual terbesar dengan nilai mencapai Rp1,1 triliun.

Posisi kedua terdapat broker AK yang melepas saham BBCA sebesar Rp557,3 miliar dan RX sebesar Rp510,7 miliar. Tekanan jula juga datang dari ZP dengan Rp272,6 miliar serta KZ senilai Rp30,2 miliar.

Jika dipantau dari frekuensi, aktivitas jual juga cukup agresif. Broker AK mencatat frekuensi jual hingga 50,9 ribu kali transaksi, sementara BK mencapai 45 ribu kali.

Meski mengalami tekanan jual luar biasa, saham BBCA masih menunjukkan aktivitas akumulasi. Dalam sepekan, broker CC tercatat sebagai pembeli terbesar dengan nilai RpRp419,6 miliar.

Di bawah CC terdapat broker SQ yang mengakumulasi BBCA sebanyak Rp367,3 miliar dan XL sebesar Rp290,7 miliar. Selain itu, YP dan PD juga aktif melakukan pembelian masing-masing sebesar Rp265,5 miliar dan Rp183,1 miliar.

Di sisi lain, pergerakan saham BBCA terpantau mengalami pelemahan dalam berbagai periode waktu.

Masih merujuk data Stockbit, dalam satu bulan terakhir saham ternama di Indonesia ini tertekan hingga 10,70 persen. Jika ditarik ke jangka menengah, pelemahan semakin signifikan.

Dalam tiga bulan terakhir, saham BBCA tercatat turun hingga 20,92 persen, sementara dalam enam bulan terkoreksi lebih dalam sebesar 26,89 persen.

Adapun sepanjang tahun 2026 atau year to date (ytd) , BBCA masih melemah sebesar 25,08 persen. Bahkan dalam satu tahun terakhir, penurunan saham ini telah mencapai 28,61 persen.

Sementara dari jangka yang lebih lama, BBCA melemah 33,70 persen dalam tiga tahun terakhir. Kendati begitu dalam 10 tahun terakhir, saham ini masih membukukan pertumbuhan positif dengan kenaikan 130,48 persen. (*)

 

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait