Market Hari Ini 04 Sep 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

BBCA Umumkan Merger Anak Perusahaan Pembiayaan

BBCA Umumkan Merger Anak Perusahaan Pembiayaan
BBCA Umumkan Merger Anak Perusahaan Pembiayaan

Daftar Isi

  1. 01 Kinerja BBCA
  2. 02 Keuangan BBCA

KABARBURSA.COM - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) baru-baru ini mengumumkan langkah strategis penting berupa penggabungan usaha antara dua anak perusahaan pembiayaan kendaraannya, yaitu BCA Multi Finance dan BCA Finance. Dengan adanya merger ini, BCA kini hanya memiliki satu entitas usaha pembiayaan kendaraan yang terintegrasi, yaitu BCA Finance, yang kini memegang saham sebesar 99,59 persen. Sisanya, sebesar 0,41 persen, dimiliki oleh BCA Finance Limited.

Sebelum merger, BCA Finance berfokus pada pembiayaan kendaraan roda empat, sementara BCA Multi Finance menggarap segmen pembiayaan roda dua serta kendaraan roda empat bekas. Dengan penggabungan ini, diharapkan akan terjadi sinergi yang lebih kuat antara kedua entitas tersebut.

"Penggabungan ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi dari kedua perusahaan, yaitu BCA Finance dan BCA Multi Finance. Dengan terbentuknya BCA Finance sebagai hasil merger, kami berharap perusahaan ini akan menjadi lebih solid, efisien, dan efektif dalam operasionalnya," ujar Linda Chandrawati, Head of ESG BCA, dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Rabu, 4 September 2024.

Linda menambahkan bahwa integrasi pembiayaan mobil bekas dari BCA Multi Finance diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan memperkuat posisi BCA Group di pasar pembiayaan kendaraan di Indonesia. Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi dalam layanan pembiayaan.

Dia juga memastikan bahwa penggabungan ini tidak akan berdampak material terhadap operasional, aspek hukum, kondisi dan kinerja keuangan, serta kelangsungan usaha perseroan. Perubahan ini dirancang untuk meningkatkan kekuatan dan kapabilitas BCA Finance di pasar pembiayaan kendaraan, memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan pelanggan.

Kinerja BBCA

BBCA berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 15,5 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp50 triliun. Angka ini terus menunjukan tren yang positif dan jauh di atas rata- rata industri. Tentunya pertumbuhan kredit ini didukung berbagai segmen nasabah.

Direktur BCA Vera Eve Lim menjelaskan segmen nasbah berbentuk korporasi menjadi penopang kredit dengan pertumbuhan sebesar 20 persen secara yoy hingga Juni 2024. Sedangkan segmen UMKM tumbuh 12,7 persen.

“Jika dibandingkan dengan industri di luar mikro karena pertumbuhan ini jauh di atas rata-rata dan bahkan pertumbuhan UMKM di luar Jakarta lebih besar dibanding Jakarta,” terang Vera menerangkan pada, Rabu 28 Agustus 2024.

Sedangkan segmen konsumen terdapat dua pendorongnya, yang pertama adalah KPR BCA tumbuh tahun ini sekitar 10,8 persen. Dan yang kedua adalah pelaksanaan BCA expoversary 2024 di bulan Februari 2024. Selanjutnya adalah pembiayaan mobil dan sepeda motor yang pertumbuhannya pada kuartal II tahun 22024 sebesar Rp11,9 triliun.

“Rata-rata saat ini pembiayaan per kuartal untuk KKB atau kredit kendaraan bermotor sebesar Rp11 triliun hingga Rp12 triliun,” ungkapnya.

Vera menegaskan, BCA optimistis untuk terus mendorong penyaluran kredit di berbagai sektor ekonomi dengan tetap mempertimbangkan prinsip kehati-hatian. Kredit untuk bisnis tercatat tumbuh dengan solid, baik di segmen korporasi maupun UMKM.

Kinerja perbankan transaksi BCA tumbuh secara berkelanjutan selaras dengan komitmen kuat perseroan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada berbagai segmen nasabah dalam bertransaksi.

“Total dana giro dan tabungan (CASA) BCA terus membukukan pertumbuhan dan mendukung pertumbuhan dana pihak ketiga secara keseluruhan. Total dana pihak ketiga (DPK) naik 5,0 persen YoY menjadi Rp1.125 triliun,” kata Vera Eve Lim memaparkan.

Sementara itu, lanjut Vera, kinerja  digital banking BCA terus mengalami peningkatan.  Digital banking yang digunakan BCA adalah channel-channel untuk men-support nasabah yaitu mobile banking, namun sebenarnya banyak channel yang digunakan untuk men-support nasabah, selain mobile banking baik dari sisi B2B maupun B2C

“Channel-channel ini sangat penting supaya ekosistem tetap bertumbuh, dalam waktu kurun enam bulan bisa mengumpulkan transaksi sebanyak Rp17 miliar,” jelas Vera.

“Capaian ini naik 21 persen dibandingkan tahun lalu, karena support dari investasi kami untuk mengembangkan channel tersebut. Atau dalam lima tahun tumbuh empat kali lipat. Khusus mobile banking , transaksi user tersebut tumbuh 24 persen,” terangnya.

Keuangan BBCA

Sebelumnya, laporan keuangan bulanan BBCA dinyatakan memuaskan investor. Menurut laporan perusahaan, laba bersih kuartal kedua 2024 mencapai Rp14 triliun, naik 8,7 persen secara kuartalan (qoq) dan 10,6 persen secara tahunan (yoy). Dalam enam bulan pertama tahun ini (semester pertama 2024), BCA telah mencatat laba bersih Rp26,9 triliun, naik 11 persen dibandingkan dengan angka di periode sama tahun 2023.

Di sisi lain, adanya kenaikan kredit bermasalah (NPL) menjadi 2,2 persen bisa menjadi pertanda bahwa adanya kenaikan penyaluran kredit sedikit memberikan tekananan terhadap loan quality yang diberikan oleh BBCA.

Pertumbuhan laba bersih perusahaan disokong  oleh penyaluran kredit sebesar Rp835,7 triliun. Penyaluran kredit ini naik 17,1 persen yoy pada  Maret 2024. Sementara rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) berada di level 1,9 persen.

BCA juga menorehkan laba bersih Rp24,2 triliun atau naik 34 persen yoy pada semester I 2024. Artinya, laba bank swasta terbesar di Indonesia ini rata-rata naik dua digit secara tahunan. Namun pada periode tersebut, total kredit BCA naik satu digit atau 9 persen yoy menjadi Rp735,9 triliun pada semester I 2023. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait