Market Hari Ini 03 Apr 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

BBKP Balik Untung Rp66,59 Miliar di 2025 usai Rugi Rp6,33 Triliun

KB Bank mencatat perbaikan kinerja didorong pendapatan bunga, penurunan pencadangan, dan kualitas aset yang membaik.

BBKP balik untung Rp66,59 miliar pada 2025 setelah rugi Rp6,33 triliun, didorong perbaikan kinerja dan kualitas aset.

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,59 miliar pada 2025, berbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada tahun sebelumnya. (Foto: Dok. Bank KB Indonesia)
PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,59 miliar pada 2025, berbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada tahun sebelumnya. (Foto: Dok. Bank KB Indonesia)

KABARBURSA.COM – PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,59 miliar pada 2025, berbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada tahun sebelumnya. 

Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil dari proses transformasi yang berjalan dalam beberapa tahun terakhir. 

“Pencapaian laba bersih di tahun 2025 merupakan hasil dari disiplin eksekusi strategi transformasi yang kami jalankan secara konsisten,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 3 April 2026.

Ia menambahkan, perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga kualitas kinerja. 

“Kami memastikan bahwa pertumbuhan tersebut berkualitas dan berkelanjutan, dengan fokus pada penguatan fundamental bisnis,” kata dia.

Sepanjang 2025, pendapatan bunga bersih BBKP tercatat sebesar Rp1,19 triliun, meningkat 3,40 persen dibandingkan Rp1,15 triliun pada tahun sebelumnya. 

Net interest margin juga membaik menjadi 1,43 persen, mencerminkan pengelolaan aset produktif dan biaya dana yang lebih efisien.

Dari sisi kualitas aset, rasio loan at risk turun menjadi 20,31 persen dari 22,76 persen pada 2024. Penurunan ini menunjukkan perbaikan profil risiko kredit di tengah upaya restrukturisasi yang dilakukan perusahaan.

Penyaluran kredit mencapai Rp44,39 triliun, meningkat dibandingkan Rp41,46 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini dilakukan secara selektif dengan fokus pada sektor produktif.

Di sisi likuiditas, loan to deposit ratio membaik menjadi 91,07 persen dari sebelumnya 103,26 persen. Perbaikan ini didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga, terutama pada segmen giro dan tabungan.

KB Bank juga mencatat rasio likuiditas yang kuat, dengan liquidity coverage ratio sebesar 220,01 persen dan net stable funding ratio sebesar 101,82 persen. Kedua rasio tersebut berada di atas ketentuan regulator.

Dari sisi permodalan, capital adequacy ratio tercatat sebesar 16,25 persen, memberikan ruang bagi ekspansi bisnis ke depan. Perseroan juga terus memperkuat struktur modal guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Sepanjang tahun, BBKP turut menyalurkan pembiayaan ke berbagai sektor, termasuk properti, kesehatan, dan industri. Beberapa di antaranya mencakup pembiayaan kepada PT Intiland Sejahtera sebesar Rp250 miliar dan PT KAI Medika Indonesia sebesar Rp110 miliar.

“Ke depan, KB Bank akan melanjutkan strategi transformasi dengan fokus pada peningkatan kualitas kredit, pengembangan bisnis digital, serta penguatan sinergi dengan KB Financial Group,” ujar Kunardy.

Ia melanjutkan, langkah ini diarahkan untuk menjaga pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait