Market Hari Ini 08 Aug 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

BBNI Direkomendasikan Buy, Target Harga Rp5.100 Meski Laba Kuartal II Tertekan

UOB Kay Hian rekomendasikan BBNI “Buy” dengan target Rp5.100, didukung valuasi murah, dividen tinggi, dan fundamental kuat meski laba kuartal II tertekan.

BBNI direkomendasikan “Buy” target Rp5.100 oleh UOB Kay Hian, valuasi murah, dividen tinggi, fundamental solid, meski laba kuartal II turun.

Menara BNI. Foto: Dok BBNI.
Menara BNI. Foto: Dok BBNI.

KABARBURSA.COM - Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) kembali menarik perhatian pelaku pasar setelah UOB Kay Hian Sekuritas merekomendasikan “Buy” dengan target harga di Rp5.100 per saham. 

Rekomendasi ini muncul ketika harga BBNI pada perdagangan Jumat pagi, 8 Agustus 2025 bergerak di kisaran Rp4.080, turun tipis 0,97 persen dari penutupan sehari sebelumnya di Rp4.120. 

Sepanjang sesi, pergerakannya relatif sempit, berkisar antara Rp4.070 hingga Rp4.100, menunjukkan investor masih menunggu pemicu baru untuk pergerakan lebih signifikan.

Dari sisi valuasi, BBNI dinilai masih berada pada level menarik. Price-to-book ratio berada di 0,96 kali, sementara price-to-earnings ratio tercatat 7,29 kali—relatif rendah dibanding banyak bank besar lain. 

Dividend yield yang mencapai 9,17 persen juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi investor yang mengincar pendapatan dividen di tengah fluktuasi pasar.

Namun, kinerja keuangan kuartal II/2025 menunjukkan adanya tekanan pada profitabilitas. Pendapatan tercatat Rp11,71 triliun, turun 3,77 persen secara tahunan, sementara laba bersih terkoreksi 12,15 persen menjadi Rp4,71 triliun. 

Margin laba bersih ikut turun ke 40,25 persen dan laba per saham melemah 11,81 persen menjadi Rp127. Beban operasional meningkat 1,42 persen, menambah beban terhadap kinerja laba.

Meski demikian, neraca keuangan BBNI memperlihatkan fondasi yang solid. Aset total tumbuh 12,05 persen menjadi Rp1.201,65 triliun, sementara kas dan setara kas melonjak 118,61 persen menjadi Rp139,09 triliun. 

Peningkatan tajam juga terjadi pada arus kas pembiayaan yang naik lebih dari 1.600 persen menjadi Rp52,11 triliun, mendorong kenaikan kas bersih hingga Rp39 triliun.

Dengan ekuitas sebesar Rp165,19 triliun dan return on assets (ROA) di 1,62 persen, BBNI memiliki ruang likuiditas yang luas untuk ekspansi kredit atau memperkuat investasi. 

Inilah yang menjadi dasar optimisme analis bahwa target harga Rp5.100 dapat dicapai, meskipun laba saat ini sedang tertekan.

Bagi investor jangka panjang, BBNI menawarkan kombinasi valuasi murah, dividen tinggi, dan posisi fundamental yang kokoh. 

Rekomendasi “Buy” ini mencerminkan keyakinan bahwa pelemahan kinerja bersifat sementara, dan potensi pemulihan ada di depan mata, seiring peran BBNI sebagai salah satu bank utama di Indonesia dengan jaringan luas dan basis nasabah yang besar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait