Market Hari Ini 03 Aug 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

BBRI Masih Tertekan, Investor Diminta Waspada Menjelang Pekan Baru

BBRI masih tertekan dengan mayoritas sinyal teknikal “Sangat Jual”. Investor disarankan waspada dan menunggu konfirmasi sebelum masuk.

Saham BBRI tertekan, mayoritas indikator teknikal beri sinyal jual. Simak analisis lengkap, level support-resistance, dan rekomendasi untuk pekan depan.

Gedung BRI. Foto: Dok Perusahaan
Gedung BRI. Foto: Dok Perusahaan

Daftar Isi

  1. 01 Dua Skenario untuk Pekan Depan
  2. 02 Rekomendasi Investor

KABARBURSA.COM - Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) masih bergerak di bawah tekanan sepanjang pekan terakhir. Berdasarkan analisis teknikal, mayoritas indikator memberikan sinyal “Sangat Jual”, menegaskan bahwa tren pelemahan masih dominan.

Dari sisi indikator, belum ada tanda-tanda pembalikan arah. RSI berada di level 43,5, mencerminkan momentum yang cenderung melemah. MACD mencatatkan nilai -129,7, yang mengindikasikan tren penurunan masih kuat. Sementara Williams %R menyentuh -87,6 yang menandakan kondisi oversold. Tekanan jual ini juga diperkuat oleh CCI yang kembali memberikan sinyal negatif.

Kondisi serupa terlihat pada pergerakan rata-rata bergerak (moving average). Seluruh MA, mulai dari MA5 hingga MA200, masih berada di posisi jual. MA jangka pendek seperti MA5 (3.806) dan MA10 (3.920) belum menunjukkan tanda pembalikan. 

Sementara itu, MA jangka menengah-panjang seperti MA100 (4.454) dan MA200 (4.503) masih jauh di atas harga saat ini, menegaskan tren pelemahan yang belum berakhir.

Berdasarkan pivot point, area support terdekat berada di kisaran 3.796–3.873, sementara resistance berada di 3.956–4.033. Selama harga belum menembus resistance pertama di 3.956, tekanan jual masih berpotensi berlanjut hingga menguji level support berikutnya.

Dua Skenario untuk Pekan Depan

Ada dua skenario yang bisa diperhatikan oleh para investor untuk perdagangan saham BBRI pekan depan. Yang pertama skenario bearish, di mana tekanan berlanjut jika support jebol.

Jika harga menembus support di 3.796, tekanan jual diperkirakan semakin dalam. Pelemahan ini bisa membawa harga ke 3.713 bahkan 3.636 jika tekanan tidak mereda. Kondisi ini didukung oleh indikator teknikal yang mayoritas masih berada di zona negatif.

Kedua, skenario bullish terbatas, yaitu rebound jika resistance tertembus. Analisisnya, jika harga mampu menembus resistance di 3.956, peluang rebound teknikal terbuka. Kenaikan ini berpotensi mengarah ke 4.033 hingga 4.116. Namun, tren jangka menengah masih cenderung lemah sehingga kenaikan ini kemungkinan hanya bersifat teknikal, bukan pembalikan tren penuh.

Rekomendasi Investor

Melihat skenario di atas, trader jangka pendek sebaiknya menunggu konfirmasi breakout di atas 3.956 sebelum masuk untuk menghindari potensi false breakout.

Investor jangka menengah-panjang, bisa memantau area support untuk peluang akumulasi bertahap, sambil memperhatikan perkembangan sentimen pasar dan data fundamental terbaru.

Secara keseluruhan, BBRI masih berada di bawah tekanan jual. Namun, peluang rebound teknikal tetap ada jika resistance kunci berhasil ditembus. Dalam kondisi ini, disiplin manajemen risiko menjadi kunci utama bagi investor menghadapi pekan mendatang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait