Market Hari Ini 30 Apr 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

BBRM Tambah Kapal USD22 Juta, Aset Naik tapi Utang Ikut Melebar

Investasi kapal baru hampir setengah ekuitas mendorong lonjakan aset sekaligus peningkatan liabilitas dalam ekspansi armada.

BBRM bangun kapal USD22 juta, aset naik signifikan namun utang ikut melebar dalam transaksi material hampir 50 persen ekuitas.

PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) menyiapkan investasi baru melalui pembangunan satu unit kapal penunjang lepas pantai. (Foto: Pexels/Luis Morales Torres)
PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) menyiapkan investasi baru melalui pembangunan satu unit kapal penunjang lepas pantai. (Foto: Pexels/Luis Morales Torres)

Daftar Isi

  1. 01 Tabel Dampak Transaksi terhadap Keuangan Pelayanan Nasional Bina Buana Raya

KABARBURSA.COM – PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) menyiapkan investasi baru melalui pembangunan satu unit kapal penunjang lepas pantai. Nilai transaksi mencapai USD22 juta dan masuk kategori transaksi material berdasarkan ketentuan regulator.

Berdasarkan keterbukaan informasi, transaksi tersebut setara 49,69 persen dari total ekuitas per 31 Desember 2025 yang tercatat sebesar USD44,27 juta. Perseroan menyatakan transaksi ini bukan transaksi afiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan.

Kontrak pembangunan kapal ditandatangani pada 29 April 2026 dengan JiangXi New Jiangzhou Shipbuilding Heavy Industry Co., Ltd sebagai pihak penjual. Kapal yang dibangun merupakan tipe Platform Supply Vessel (PSV) dengan panjang 77 meter, lebar 17,6 meter, dan tenaga mesin 2x1.700 KW.

Dalam skema pembayaran, BBRM wajib menyetor uang muka sebesar 20 persen atau sekitar USD4,4 juta paling lambat tujuh hari setelah menerima jaminan perusahaan. 

Sisa pembayaran akan dilakukan secara bertahap, sementara proses pembangunan hingga serah terima kapal diperkirakan memakan waktu 18 bulan sejak pembayaran awal.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat armada operasional. Setelah proyek selesai, BBRM akan memiliki satu kapal self propelled barge (SPB), satu kapal PSV, serta lima kapal offshore support vessel yang menjadi sumber pendapatan utama.

Dari sisi keuangan, transaksi ini membawa dampak langsung terhadap struktur neraca. Total aset diproyeksikan meningkat dari USD48,82 juta menjadi USD70,82 juta setelah penambahan kapal. 

Di sisi lain, total liabilitas naik dari USD4,55 juta menjadi USD26,55 juta, sementara ekuitas tetap di level USD44,27 juta.

Tabel Dampak Transaksi terhadap Keuangan Pelayanan Nasional Bina Buana Raya

KomponenSebelumDampakSetelah
Total Aset48.821.76622.000.00070.821.766
Laba Tahun Berjalan6.269.701-6.269.701
Total Liabilitas4.551.67522.000.00026.551.675
Total Ekuitas44.270.091-44.270.091

Perseroan menyebut penambahan aset ini akan diikuti peningkatan kewajiban. Namun, kapal baru tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan pendapatan dan kinerja keuangan ke depan.

Dari sisi operasional, penambahan kapal PSV membuka peluang bagi perusahaan untuk memenuhi permintaan sewa kapal, baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini sejalan dengan fokus bisnis BBRM di sektor pelayaran penunjang industri minyak dan gas.

BBRM merupakan perusahaan pelayaran yang berdiri sejak 1998 dan berkedudukan di Jakarta. Kegiatan usaha utama meliputi penyediaan kapal penunjang lepas pantai serta kapal self propelled barge untuk industri energi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait