KABARBURSA.COM - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa salah satu alasan di balik lonjakan harga bawang merah yang hampir menyentuh angka Rp80 ribu per kilogram adalah karena minimnya jumlah pedagang selama periode Lebaran.
Aktivitas perdagangan cenderung melambat selama masa liburan Lebaran karena mayoritas orang tengah menikmati waktu istirahat mereka.
Zulkifli optimistis bahwa harga barang-barang pokok, termasuk bawang merah, akan kembali stabil minggu ini. Hal ini karena distribusi barang telah kembali normal setelah masa liburan Lebaran.
Di sisi lain, Isy Karim, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, menjelaskan bahwa banjir di Brebes, Jawa Tengah, telah mengurangi pasokan bawang merah. Banjir tersebut menyebabkan gangguan dalam proses produksi dan distribusi bawang merah.
Meskipun penanganan harga bawang merah menjadi tanggung jawab Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kemendag tetap memantau perkembangan harga di pasar.
Pemerintah juga tengah memperhatikan ketersediaan stok bawang merah di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan data panel harga pangan dari Bapanas pada Rabu (24/4), harga rata-rata nasional bawang merah mencapai Rp53.240 per kilogram, dengan harga tertinggi mencapai Rp79.520 per kilogram di Papua Tengah, sementara harga terendah mencapai Rp35.520 per kilogram di Kepulauan Riau.