Market Hari Ini 26 Nov 2023 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Begini Cara Mengolah Investasi Saat Bearish

Begini Cara Mengolah Investasi Saat Bearish
Begini Cara Mengolah Investasi Saat Bearish

Daftar Isi

  1. 01 Dollar-Cost Averaging (DCA)
  2. 02 Long-Term Holding (HODL)
  3. 03 Diversifikasi Aset
  4. 04 Beli Saat Oversold
  5. 05 Beralih ke Aset Stabil

KABARBURSA.COM - Jika pasar sedang bearish, jangan langsung patah semangat. Kondisi bearish tidak selamanya berarti market kehilangan harapan. Sebaliknya, ini bisa menjadi saat tepat untuk mengoptimalkan investasi.

Ada beberapa teknik investasi kerap digunakan oleh investor handal disaat bearish, serta bisa jadi referensi untuk tetap optimis dan meraih keuntungan.  Berikut strategi dimaksud.

Dollar-Cost Averaging (DCA)

Strategi ini merupakan taktik investasi yang memberikan kesempatan kepada para investor untuk menanamkan modal secara berkala dalam jangka waktu tertentu. Pendekatan ini melibatkan pembelian aset investasi secara bertahap dan terjadwal.

Dalam penerapan DCA, investor menetapkan alokasi dana tertentu yang nantinya akan digunakan untuk membeli aset investasi secara terjadwal setiap bulannya. Sebagai contoh, seorang investor dapat melakukan investasi rutin sebesar Rp.1.000.000 per bulan selama periode waktu yang telah ditetapkan.

Dengan DCA, investor dapat membeli aset secara berkala, sehingga harga beli rata-rata aset akan turun. Dari sini, investor juga mendapatkan lebih banyak aset dengan harga lebih murah.

Long-Term Holding (HODL)

Strategi ini adalah cara mempertahankan aset dalam jangka waktu lama, dengan asumsi harga aset akan mengalami kenaikan di waktu tertentu. Cara ini dipilih setelah memperhitungkan faktor eksternal pergerakan aset. Menggunakan strategi ini membutuhkan perhitungan matang, jangan berjudi dengan menebak nebak.

Diversifikasi Aset

Tidak semua aset jatuh pada saat yang sama. Jadi, diversifikasi portofolio bisa menjadi strategi tepat saat pasar sedang bearish. Dengan diversifikasi, investor dapat meminimalkan risiko dan masih memiliki peluang untuk menghasilkan keuntungan meskipun beberapa aset sedang turun.

Beli Saat Oversold

Strategi ini termasuk agresif dimana investor memanfaatkan peluang untuk membeli aset disaat market mengalami titik jenuh jual, kemudian berpotensi berbalik arah menjadi bullish.  Biasanya, harga aset oversold ini akan pulih dalam waktu dekat. Situasi ini bisa memberikan keuntungan cukup besar. Karena aset dibeli pada saat harga benar benar jatuh.

Beralih ke Aset Stabil

Terakhir, selama pasar bearish, investor juga bisa mempertimbangkan untuk memindahkan sebagian dana ke aset yang lebih stabil . Ini dapat membantu  'mengamankan' dana saat pasar tidak stabil.

Investasi bukan tentang siapa paling cepat, tetapi siapa yang bisa bertahan hingga akhir. Jadi, tetap tenang, buat strategi, dan jangan biarkan keputusan emosional dipengaruhi oleh suasana hati.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait