Market Hari Ini 23 Dec 2023 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Begini Penjelasan WHO Soal Bahaya Vape Aneka Rasa

Begini Penjelasan WHO Soal Bahaya Vape Aneka Rasa
Begini Penjelasan WHO Soal Bahaya Vape Aneka Rasa

KABARBURSA.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan tegas mendesak pemerintah untuk memperlakukan rokok elektronik sebanding dengan tembakau. Langkah ini termasuk pelarangan penggunaan vape dengan beragam rasa.

Menanggapi hal ini, sejumlah peneliti, aktivis, dan pemerintah melihat rokok elektronik atau vape sebagai alat utama dalam upaya mengurangi angka kematian dan penyakit akibat merokok. Namun, WHO menyatakan bahwa langkah-langkah mendesak diperlukan untuk mengendalikan penggunaan vape.

Hasil penelitian WHO menunjukkan bahwa tidak ada cukup bukti yang mendukung klaim bahwa vape membantu perokok berhenti merokok. Bahkan, WHO menyatakan bahwa vape berbahaya bagi kesehatan dan dapat meningkatkan risiko kecanduan nikotin, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menekankan perlunya tindakan tegas dari negara-negara untuk melarang semua jenis rasa vape, termasuk mentol. Langkah-langkah pengendalian tembakau pada vape, seperti penerapan pajak tinggi dan larangan penggunaan di tempat umum, juga dianjurkan.

Meskipun WHO tidak memiliki kewenangan langsung atas peraturan nasional, rekomendasinya sering diadopsi secara sukarela. Organisasi ini bersama beberapa kelompok anti-tembakau mendorong peraturan lebih ketat terhadap produk nikotin baru, menargetkan alternatif yang dijadikan landasan oleh perusahaan rokok besar.

Sementara industri vaping berpendapat bahwa vape memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih rendah dibandingkan tembakau, WHO menegaskan bahwa meski risiko kesehatan jangka panjang belum sepenuhnya dipahami, vape menghasilkan zat yang diketahui menyebabkan kanker, meningkatkan risiko penyakit jantung dan paru-paru, serta berpotensi memengaruhi perkembangan otak pada generasi muda.

WHO berharap perubahan segera dilakukan, menyusul beberapa negara seperti Brasil, Korea Utara, Argentina, dan Nepal yang telah melarang penggunaan vape. Pertanyaannya, apakah negara-negara lain akan segera mengikuti jejak serupa? Kita tunggu dan lihat.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait