Market Hari Ini 09 Jan 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Begini Perkembangan Pengalihan Saham Buyback ROTI

Nippon Indosari Corpindo mencatat sebagian saham hasil buyback sejak 2021 telah dialihkan.

ROTI melaporkan perkembangan pengalihan saham hasil buyback hingga Desember 2025, termasuk jumlah saham, periode, dan harga pengalihan.

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) melaporkan perkembangan pengalihan saham hasil pembelian kembali yang telah dilakukan perseroan sejak 2021. (Foto: Dok. Sari Roti)
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) melaporkan perkembangan pengalihan saham hasil pembelian kembali yang telah dilakukan perseroan sejak 2021. (Foto: Dok. Sari Roti)

KABARBURSA.COM – PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) melaporkan perkembangan pengalihan saham hasil pembelian kembali yang telah dilakukan perseroan sejak 2021. Hingga akhir Desember 2025, sebagian saham hasil buyback telah dialihkan, sementara porsi lainnya masih tercatat sebagai saham treasuri.

Manajemen ROTI menyampaikan bahwa pengalihan saham dilakukan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka. Laporan tersebut disampaikan kepada OJK pada 9 Januari 2026 sebagai bagian dari kewajiban keterbukaan informasi.

“Pengalihan saham hasil pembelian kembali dilakukan secara bertahap dan mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk aspek harga dan waktu pelaksanaan,” ujar Direktur Nippon Indosari Corpindo, Arief Alfanto, Jumat, 9 Januari 2026.

Berdasarkan data yang disampaikan, program buyback ROTI telah berlangsung dalam beberapa periode. Pada periode 19 April 2021 hingga 19 Juli 2021, perseroan mencatat jumlah saham yang wajib dialihkan kembali sebanyak 20.206.400 saham dengan harga rata-rata pembelian kembali sebesar Rp1.380,48 per saham.

Selanjutnya, pada periode 19 Juli 2021 hingga 20 Oktober 2021, jumlah saham hasil buyback tercatat 66.769.400 saham dengan harga rata-rata Rp1.341,69 per saham. Periode berikutnya, dari 19 Oktober 2021 hingga 20 Januari 2022, jumlah saham hasil pembelian kembali meningkat menjadi 145.963.600 saham dengan harga rata-rata Rp1.323,72 per saham.

Pada periode 19 Januari 2022 hingga 20 April 2022, jumlah saham hasil buyback tercatat 143.722.600 saham dengan harga rata-rata Rp1.320,43 per saham. Sementara itu, pada periode 20 April 2022 hingga 20 Juli 2022, jumlah saham yang dibeli kembali relatif lebih kecil, yakni 7.684.600 saham dengan harga rata-rata Rp1.281,85 per saham.

Periode berikutnya, dari 20 Juli 2022 hingga 20 Oktober 2022, ROTI mencatat pembelian kembali sebanyak 36.797.300 saham dengan harga rata-rata Rp1.267,23 per saham. Adapun pada periode 19 Oktober 2022 hingga 20 Januari 2023, jumlah saham hasil buyback tercatat 2.110.700 saham dengan harga rata-rata Rp1.251,11 per saham.

Manajemen juga melaporkan bahwa sebagian saham hasil buyback tersebut telah dialihkan. Tercatat, pada 23 Februari 2024 hingga 15 Mei 2024, sebanyak 2.110.700 saham telah dialihkan dengan harga pengalihan sebesar Rp1.260 per saham.

Direktur ROTI lainnya, Arlina Sofia, menyatakan bahwa langkah pengalihan saham dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar serta kepentingan perseroan. 

“Perseroan menjalankan kebijakan ini secara hati-hati agar tetap sejalan dengan tata kelola perusahaan yang baik,” ujarnya.

Ke depan, perseroan akan terus memantau peluang pengalihan saham treasuri lainnya sesuai dengan ketentuan regulator dan kondisi pasar modal. ROTI menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku dalam setiap aksi korporasi. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait