Market Hari Ini 28 Sep 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Tim Editorial

BEI Buka Suara Soal Isu Superbank IPO

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, menegaskan pihaknya selalu memantau dinamika pasar dan menerapkan regulasi sesuai praktik terbaik.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, menegaskan pihaknya selalu memantau dinamika pasar dan menerapkan regulasi sesuai

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (foto: KabarBursa)
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (foto: KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Beredar tangkapan layar di media sosial terkait rencana penawaran umum perdana (IPO) PT Superbank Indonesia Tbk (BSPR) yang diklaim akan berlangsung pada pertengahan Oktober 2025 dengan rentang harga Rp250 hingga Rp300 per saham.

Dalam gambar yang viral itu tertulis periode book building pada 10 hingga 13 Oktober 2025, dengan total penawaran 35,88 juta lot atau setara 3,58 miliar saham. Namun setelah dicek di situs resmi e-IPO, informasi tersebut belum tercatat.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, menegaskan pihaknya selalu memantau dinamika pasar dan menerapkan regulasi sesuai praktik terbaik.

“Kami senantiasa memperhatikan relevansi pengaturan dengan kondisi pasar modal,” ujarnya dikutip Ahad, 28 September 2025.

Ia juga menambahkan bahwa BEI terus mengkaji kebijakan free float dan mendorong lebih banyak perusahaan skala besar melakukan IPO. “Kami tengah mengkaji penyesuaian regulasi pencatatan saham, termasuk free float,” jelasnya.

Nyoman menegaskan, saat ini tidak ada proses book building Superbank di sistem e-IPO resmi. “Saat ini perusahaan sebagaimana tangkapan layar itu tidak sedang melakukan book building ataupun offering,” tegasnya.

BEI juga membantah keberadaan sistem e-IPO bayangan. “IDX tidak mengelola sistem e-IPO ‘bayangan’,” ungkap Nyoman. Ia menekankan satu-satunya akses resmi e-IPO hanya melalui situs www.e-ipo.co.id.

Sebagai latar, sistem e-IPO merupakan platform resmi bagi calon investor untuk ikut serta dalam penawaran umum perdana saham secara elektronik. Setiap informasi IPO yang sah akan muncul terlebih dahulu di situs tersebut.

Hingga saat ini, Superbank memang belum menyampaikan prospektus final ke publik. Jika benar melantai di Bursa, bank yang berbasis di Jakarta dan bergerak di sektor keuangan ini berpotensi menjadi salah satu lighthouse IPO dengan kapitalisasi besar, mengingat jumlah saham yang ditawarkan mencapai lebih dari 3,5 miliar lembar.

Sejalan dengan itu, BEI menyatakan terus mendorong keterbukaan informasi perusahaan calon emiten. “Kami memiliki unit kerja khusus yang aktif mendampingi persiapan IPO, termasuk coaching clinic dan networking event,” kata Nyoman.

Menurut BEI, sepanjang tahun ini sudah ada lima IPO skala besar atau lighthouse IPO yang tercatat, yakni RATU, CBDK, YUPI, CDIA, dan EMAS. Konsep ini diharapkan memperkuat struktur pasar serta menarik investor institusi.

Publik diminta berhati-hati terhadap informasi yang belum terverifikasi terkait IPO. Dengan memastikan informasi melalui kanal resmi, investor bisa terhindar dari potensi penyesatan informasi yang marak beredar di media sosial.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait