Market Hari Ini 07 Oct 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

BEI Hentikan Perdagangan 6 Saham: DEFI, IPAC, IDPR, AGII, RMKO, dan PIPA

Penghentian sementara perdagangan keenam saham tersebut berlaku mulai sesi I pada 7 Oktober 2025 hingga adanya pengumuman lanjutan

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara perdagangan enam saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com
Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara perdagangan enam saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

Enam emiten yang terkena suspensi itu ialah PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI), PT Era Graharealty Tbk (IPAC), PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR), PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO), serta PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA).

Dalam pengumuman resminya, BEI menegaskan bahwa penghentian sementara perdagangan keenam saham tersebut berlaku mulai sesi I pada 7 Oktober 2025 hingga adanya pengumuman lanjutan. Langkah ini diambil sebagai respons atas lonjakan dan penurunan ekstrem—auto reject atas (ARA) dan auto reject bawah (ARB)—yang terjadi secara beruntun. Bursa menilai perlu adanya masa pendinginan (cooling down) demi menjaga stabilitas pasar dan melindungi investor.

Saham IPAC kembali disuspensi setelah terus mencatat ARA sejak 23 September, hampir dua pekan berturut-turut. Pada perdagangan Senin 6 Oktober 2025, harga IPAC naik 10 persen ke level Rp330 di papan akselerasi.

Saham IDPR menunjukkan penguatan impresif selama hampir sebulan, menanjak 156,20 persen. Pada hari yang sama, saham ini kembali menembus ARA dengan kenaikan 24,50 persen ke harga Rp630.

Sementara AGII berada di jalur hijau sejak pekan lalu, menorehkan dua kali ARA berturut-turut. Saham emiten gas industri ini melesat 24,80 persen ke posisi Rp1.560.

RMKO juga mencuri perhatian, melompat 34,72 persen ke Rp260 setelah sebelumnya sempat tertekan selama dua hari.

Saham PIPA tak kalah agresif. Sejak awal Oktober, harga terus mendaki dengan rata-rata kenaikan 24 persen per hari. Pada Senin (6/10/2025), saham ini melonjak 25 persen ke Rp625.

Berbanding terbalik, DEFI justru terpuruk di zona merah sejak 23 September. Saham ini mengalami auto reject bawah (ARB) beruntun di papan FCA, terkoreksi 9,52 persen hingga menyentuh Rp171.

Langkah suspensi ini menjadi sinyal bahwa otoritas pasar modal terus waspada terhadap gejolak ekstrem di lantai bursa, menjaga agar euforia maupun kepanikan tak berbalik menjadi risiko sistemik.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait